Alif dan Latando, Dua Anak Makassar Perkuat Timnas Pelajar U-16



INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Dua pemain asal Makassar, Sulawesi Selatan, Alif Jaelani dan Ahmad Latando Abdi Satria Paturusi  dipanggil memperkuat timnas pelajar U-16 untuk persiapan pertandingan uji coba menghadapi Timor Leste di Atambua, Sabtu (16/12/2017) besok.

Asisten pelatih timnas pelajar U-16 Dwi Pranayudha berharap kedua remaja yang memiliki bakat sepakbola ini diharapkan memberikan kontibusi besar bagi timnas Indonesia.

Peran Alif dan Latando cukup vital di timnas Indonesia di Borneo Cup di Kinabalu, Malaysia Oktober 2017. Di final mereka mengalahkan tuan rumah Malaysia 1-0. Alif bahkan menjadi top skorer.

Alif dan Latando, dua anak Makassar perkiat Timnas Pelajar Indonesia U-16.

“Sementara Latando bermain konsisten sebagai stoper.  Kami hanya kebobolan dua gol dari lima partai,” jelas Dwi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dari Makassar, Jumat (15/12/2017).

Dwi menjelaskan selain beruji coba dengan Timor Leste U-16, Indonesia juga rencananya mengadu kemampuan dengan tim Darwin U-16 (Australia).

Manajer Sekolah Sepak Bola (SSB) Bank Sulselbar Ari Hidayat mengaku senang dan bangga dengan pemanggilan kedua pemainnya itu.

“Misi Bank Sulselbar terkait sepakbola adalah menggali, membina dan mengembangkan potensi pemain muda daerah ini.  Alhamdulillah sudah ada yang dipanggil timnas pelajar,” tutur Ari.

Latando sendiri adalah putra ketiga pasangan Abdi Satria-Anik Armadani. Sang ayah merupakan wartawan olahraga senior yang sudah malang melintang meliput event sepakbola  level dunia.  Termasuk liputan piala dunia di Amerika Serikat tahun 1994. Juga final Piala Toyota 1994 di Tokyo Jepang. Final Liga Chapions, Winers  dan Piala UEFA 1996 serta Piala Afrika 1997.

Kesempatan itu sangat jarang didapatkan oleh jurnalist olahraga di Indonesia. Maklum timnas Indonesia belum pernah sampai ke level tersebut.

Ayah Latando juga menjadi saksi mata saat Taufik Hidayat meraih medali emas tunggal putra mengalahan  Shon Seung mo dari Korea Selatan pada final bulutangkis di stadion Olimpiade Goudi di Athena  2004 silam.

Seperti ayahnya, diusianya yang baru 16 tahun itu remaja kelahiran Jakarta,  7 Oktober 2001 itu juga sudah mengukir sederet prestasi. Diantaranya membawa Makassar peringkat tiga street soccer di Bali tahun 2015.  Membawa Sulsel juara zona piala Menpora dan lolos 8 besar putaran nasional, Jakarta tahun 2016, dan membawa tim Sulsel peringkat tiga putaran nasional piala Menpora U-16 di Yogyakarta tahun 2017.

Lolos di Timnas pelajar Indonesia U-16, puncaknya Latando membawa merah putih berkibar di negara tetangga, Malaysia setelah mengalahkan tuan rumah 1-0 sekaligus membawa tim garuda juara Borneo Cup di Kinibalu, Oktober lalu.

 

Penulis : Asri Syahril