oleh

Pansus Usulkan Penambahan Penyertaan Modal Pemkot ke PT Bank Sulselbar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Pansus Ranperda penyertaan modal Pemerintah Kota kepada PT Bank Sulselbar DPRD Kota Makassar mengusulkan penambahan modal dari yang sebelumnya sebesar Rp 17 Milliar menjadi Rp 100 Milliar untuk lima tahun anggaran.

Hal itu terungkap dalam rapat pansus bersama jajaran direksi PT Bank Sulselbar, di ruang Banggar pada Senin (12/3/2018

“Kita sudah menyepakati usulan penambahan penyertaan modal Pemkot ke Bank Sulselbar sebesar Rp100 miliar,” kata Ketua Pansus, Syamsuddin Kadir.

“Penambahan penyertaan modal ini kita usulkan agar deviden juga bisa bertambah,” lanjutnya.

Dijelaskan pula, jika tambahan penyertaan modal yang Rp 100 milliar tersebut dipastikan keuntungan yang akan didapatkan oleh Pemkot juga otomatis akan meningkat. Adapun Modal Rp100 miliar tersebut akan dialokasikan selama lima tahun anggaran.

“Jadi Rp100 miliar itu tersebut akan dimasukkan selama 5 tahun anggaran, dimana masing-masing pertahunnya itu akan dimasukkan Rp20 milliar,” jelasnya.

Sementara, Direktur Kepatuhan PT Bank Sulselbar, Muh Asril Azis mengatakan, keuntungan yang diperolah PT Bank Sulselbar di tahun 2010 sebesar Rp 243 Milliar, dengan jumlah kepemilikan saham Pemkot Makassar yang ada, setoran deviden saat itu hanya sebesar Rp 4,9 Miliar.

Lebih lanjut, bandingkan dengan 2016 dimana PT Bank Sulselbar mendapatkan laba sebesar Rp 600 Milliar, dengan penyertaan modal yang sama, Pemkot memperoleh deviden sebesar Rp 7,7 Milliar.

“Jadi sebenarnya ini deviden yang didapatkan tergantung dari kinerja PT Bank Sulselbar, jadi sepanjang kinerja Bank juga baik maka deviden yang kita bagikan juga akan semakin meningkat,” ujarnya.

Dirinya pun optimis dengan adanya penambahan penyertaan modal Pemkot Makassar ke PT Bank Sulselbar tersebut akan mampu membuka peluang bagi Bank Sulselbar untuk menggenjot pendapatan dari perkreditan rakyat dan penyertaan modal usaha untuk para pengusaha mikro, sehingga bidang usaha akan bertambah dan tentu saja laba juga bisa naik.

“Kita juga akan menggenjot operasional dari perkreditan rakyat untuk bisa bersaing dengan bank lainnya. Misalnya bunga di bank lain itu menerapkan sebesar 10 persen kita hanya 9 persen. Juga penambahan modal usaha mikro yang bisa gunakan untuk sarana dan prasarana dengan bunga 10 persen,” tutupnya.(*)

Penulis: yudhi
Editor : admin

News Feed