Waspada, Ini Kondisi Keuangan Sulsel Sekarang

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Sulampua melaporkan hasil kondisi keuangan di Sulsel. Untuk dana pihak ke tiga hingga akhir Juli 2017 sebanyak Rp85 triliun rupiah, kredit sebesar Rp107,5 triliun rupiah. Sedangkan untuk realisasi kredit usaha rakyat (KUR), untuk Sulsel dalam kategori bagus.

Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Bambang Kiswono saat berkunjung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menerima rombongan  Selasa (5/9).

Bacaan Lainnya

Menurut Kiswono ini disebabkan di akhir Juni 2017 realisasinya sebesar Rp3,3 triliun meningkat menjadi Rp3,9 triliun diakhir Juli 2017. “Akhir 2017 kita targetkan Rp6,2 triliun semoga tercapai,” kata Kiswono.

Dia juga melaporkan terkait perkembangan perbankan, khususnya Bank Sulselbar. Bank Sulselbar yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah daerah dan Provinsi Sulsel dan Sulawesi barat bahwa perkembangan rasio perbankan bank tersebut sangat bagus. Dimana asetnya diposisi Juni Rp21,2 trilliun.

“Dari Desember 2016 ke Juni 2017 mengalami pertumbuhan yang sangat baik dari Rp16,5 trilliun menjadi Rp21, 2 trilliun. Hal tersebut mengalami peningkatan pertumbuhan hingga 29,06 persen,” sebut Kiswono.

Bank Sulselbar juga memiliki kualitas pinjaman masih terjaga baik yang ditunjukkan dengan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 0,59. Angka ini dinilai sangat rendah.

Selain itu terkait Bank Sulselbar memiliki usaha bidang syariah, maka perbankan syariah yang dimiliki Sulsel harus memisahkan diri dengan syarat memiliki modal minimal Rp500 miliar.

Sementara itu Gubernur Sulsel, SYL mengatakan dengan hadirnya fasilitas perbankan maka akan mempercepat akselarasi atau percepatan ekonomi Sulsel.

Dari laporan OJk menurut gubernur Sulsel dua periode ini semuanya menunjukkan tren sangat baik dan positif untuk memberikan pertumbuhan ekonomi yang sehat. “Bahkan 52 persen bukan kredit konsumtif tetapi kredit produktif. Yang dulunya konsumtif 70 persen,” kata SYL.

Pemprov Sulsel juga meminta penambahan kredit sebesar Rp2 triliun untuk kredit sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, dan kehutanan.

“Itu sekarang realisasinya sudah Rp1,7 triliun. Dan yakin Rp2 triliun dapat dicapai. Kalau begitu perputaran ekonomi di tingkat masyarakat bawah sudah menunjukkan kemajuan. Kita tak bicara hanya data tapi berdasarkan faktual yang ada, semua terlayani dengan baik dan semuanya senang,” sebut SYL.

Untuk Bank Sulselbar Syariah, dia berharap BPD melakukan spin off (unit terpisah sendiri) bank Syariah.

SYL memaparkam proses ini sedang dilakukan dan hanya Sulsel yang telah memiliki modal Rp100 miliar. Untuk kekurangan 400 miliar tidak sulit bagi Sulsel.

“Kalau kurang 400 miliar, itu tidak sulit sepanjang OJK mau jadikan pilot project Sulsel. kita akan dorong itu di APBD kita. Toh Sulsel punya potensi obligasi sebanyak tiga trliun rupiah,” paparnya.

 

Penulis : Herman 

Editor : Anwar

Pos terkait