oleh

Ayo ke Pulau Kayangan

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –Pulau Kayangan yang sempat vakum cukup lama, bakal kembali menggeliat. Jembatan penyeberangan yang dulunya terbuat dari kayu, diganti beton. Begitu juga dengan sarana lainnya.

Hamparan pasir putih mengelilingi bibir pantai Pulau Kayangan.(FOTO: ASRIL SYAHRIL)

Sejumlah perubahan sudah dilakukan sejak 2017. Dimulai dari Dermaga Marina di depan Fort Roterdam.   Selain hotel berfasilitas lengkap, di bangun juga resto terapung. Namanya Kafe Ombak.

Untuk menyeberang ke Pulau Kayangan manajemen Pulau Kayangan  sudah menambah sejumlah perahu cepat berbahan fiber.

Ada juga fasilitas baru lainnya yaitu Aqua Park yang dipajang di sebelah Barat menghadap ke laut lepas di depan Kafe Ombak. Di atasnya ada air mancur.  Pengunjung yang tengah menikmati menu-menu  pilihan yang penuh selera bisa menikmati sunset di kala senja.

Sementara di sana di Pulau Kayangan terdapat sejumlah cottage berfasilitas lengkap bagi pengunjung.  Jika Anda malas pulang ke darat dan ingin melanjututkan petualangan di pulau  berbentuk hati itu Anda bisa menginap. View sunset di bagian belakang pulau bisa Anda nikmati bersama keluarga atau pasangan.  Sungguh indah karena langsung berhadapan laut lepas.

Pengelola  juga memanjakan mereka yang hobby memancing. Dermaga lama yang terbuat dari kayu, sama sekali tidak dibongkar. Selain jadi saksi bisu kejayaan Pulau Kayangan masa lalu, dermaga tersebut juga jadi tempat yang nyaman bagi pemancing.
Deretan cottage dengan fasilitas lengkap siap memanjakan wisatawan.

Pulau Kayangan adalah salah satu destinasi alternatif yang layak dinikmati.  Selain pemandangan alam dan pantainya yang indah, jaraknya juga sangat dekat. hanya 10 menit dari Dermaga Kayangan Pantai Marina di depan Fort Roterdam.

Reza Ali, pemilik pulau ini mengatakan akan menambah puluhan cottage di pulau berbentuk love itu.

”Semua cottage nanti dibangun di atas laut. Saat ini masih dirancang oleh konsultan kami,” katanya saat ditemui INFOSULSEL di Kafe Ombak, Senin (19/3/2018) petang.

Sarana penginapan ini akan menjadi tempat menginap  terapung di pulau yang dikenal dengan keindahan pasir putihnya.

‘’Kami akan memanjakan para wisatawan yang akan berkunjung ke Pulau Kayangan. Semua cottage yang akan kami bangun dilengkapi berbagai fasilitas yang bisa memanjakan para wisatawan,” kata mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini.

Pulau Kayangan juga menyimpan cerita menarik kisah cinta masa lampau antara seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa dengan sosok putri cantik titisan para dewa yang bisa menjelma menjadi putri duyung.

Wisatawan menikmati pantai di atas ayunan.

Sebagai bukti kisah cinta mereka, saat pulau ini pertama dikunjungi ditemukan sebuah makam dan fosil ikan duyung yang berdampingan dan menyebar ke masyarakat sebagai simbol percintaan sehidup semati.

Makam ini dipercaya sebagai makam pemuda yang perahunya dihantam ombak dan terdampar di Pulau Kayangan. Pemuda tersebut akhirnya meninggal karena tak bisa berenang. Sang putri pun patah hati. Ia menunggui makam pujaan hatinya itu  hingga akhirnya ia juga meninggal dunia. Fosil putri duyung itu masih utuh hingga saat ini.

Sedemikian identiknya kisah cinta tersebut bila Pulau Khayangan dilihat dari atas udara di sisi bagian timur laut, akan nampak menyerupai lambang hati (love).
Jembatan penyeberangan di dermaga Puau Kayangan.

Pulau ini sejak dulu banyak dikunjungi wisatawan, karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hanya terpaut 3 km dari pusat kota. Dermaga Pulau Kayangan berada di jalan Ujungpandang, tepatnya di depan

Wisatwan akan dimanjakan dengan sunset di senja hari.

Benteng Rotterdam.

Dengan luas hanya sekitar 1 hektar, pulau tak berpenghuni ini sangat cantik dan cocok untuk liburan bersama keluarga atau teman-teman. Ya, pengelola pulau menyediakan berbagai fasilitas seperti hotel.

Pulau Kayangan juga dikaruniai alam yang indah. Pesisir sebelah barat pulau ini menghadap ke laut lepas selat Makassar. Sedangkan di bagian timurnya menghadap kota Makssar, tepatnya berhadapan dengan pelabuhan.

Di pesisir barat, mata kita akan memandang birunya laut plus rerimbunan dan gugusan pulau-pulau kecil. Tidak hanya itu, matahari terbenam juga tampak jelas dari sudut ini. Sementara itu, di pesisir timur  kita bisa melihat kesibukan pelabuhan dengan kapal-kapal besar dari kejauhan. Di malam hari, sisi ini menampilkan wajah lain dari kota Makassar dan pelabuhan yang penuh lampu kelap-kelip.

Pengunjung di Kafe Ombak, Pantai Marina menikmati sunset di senja hari.
Menikmati keindahan Pulau Kayangan dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas-aktivitas sederhana seperti bermain ayunan tali, atau berdiam di tepian pantai sambil melihat langit yang semburat jingga di kala senja.

Bermain air di bibir pantai juga menjadi salah satu kegiatan yang layak Anda coba. Air pantai yang jernih  serta pasir putihnya akan membuat Anda betah berlama-lama.

Pulau Kayangan dapat dicapai dengan menggunakan speedboat hanya dengan waktu 10 menit. Selama perjalanan menuju Pulau Kayangan, kita akan disodori keindahan bawah laut yang samar-samar terlihat dari atas.

Sambil menikmati menu yang mengundang selera, pengunjung di teras Kafe Ombak juga bisa menikmati angin dan indahnya laut.
Nah, Anda penasaran? Tunggu apa lagi. Ayo ke Pulau Kayangan….!

 

Foto dan Naskah : Asri Syahril

 

News Feed