oleh

Klaim Atas Nama BRI, Polda Sulsel Ringkus Gembong Penipu Online Jaringan Nasional

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Berawal dari laporan pihak BRI Pusat yang nasabahnya telah menjadi korban tindak pidana penipuan online dengan modus memakai website BRI tiruan.

Pihak BRI menemukan ada sekitar 115 nasabah dari seluruh Indonesia dengan total kerugian materi mencapai Rp1.466.584.457,-.

Berdasarkan analisa BRI, transaksi yang dilakukan mayoritas dilakukan di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jadi pihak BRI membuat laporan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel guna dilakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku penipuan yang telah merugikan banyak masyarakat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, S.Ik., MH didampingi Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan menggelar Konferensi Pers mengenai penangkapan pelaku penipuan online kepada nasabah BRI di Lobby Utama Mapolda Sulsel, Jumat (11/1/2019) sekitar pukul 10.00 WITA.

“Akibat kejadian ini Subdit Cyber Polda Sulsel berhasil meringkus dua pelaku inisial S (30) yang ditangkap di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo pada 2 November 2018”.

“Sedangkan S (34) ditangkap di Kecamatan Pituriawa Kabupaten Sidrap pada 23 November 2018,” ungkap Dicky kepada rekan-rekan media.

Kini keduanya mendekam di Markas Polda (Mapolda) Sulsel untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pelaku terancam dikenakan Pasal 35 ayat (1), Pasal 51 dan/atau Pasal 28 ayat (1), Pasal 36 ayat (1), Pasal 45A ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal 66 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun dan/atau denda pealing banyak Rp12 miliar.

Ditempat terpisah, Kepala Polda (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Umar Septono mengapresiasi keberhasilan anggotanya mengungkap kasus yang dinilai sangat meresahkan ini.

“Ini bentuk keseriusan Polda Sulsel dalam menangani kasus penipuan yang menggunakan IT! Mari hindari Jeratan UU ITE karena ancaman hukumannya sangat berat,” pungkasnya.(*)

Penulis: RP | Editor: Adriyan

News Feed