Petinju Kota Makassar Berjaya di Gubernur Maluku Cup 2019

  • Whatsapp
Petinju andalan Sulsel di PON XX Papua, Yosua Holy Masihor (sudut merah melepaskan straight ke wajah lawannya.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, AMBON –— Petinju Kota Makassar dibawah kepemimpinan Muh Tawing, SE kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada Kejuaraan Tinju Amatir Gubernur Maluku Cup 2019 empat petinju yang dibawa pulang dengan kepala tegak.  Dua emas, 1 perak dan 1 perunggu didulang empat petinju muda andalan kota Daeng.

Kejuaraan terbuka yang diikuti lebih 100 petinju dari beberapa provinsi di Indonesia ini berlangsung 26-30 Desember 2019 di Sport Hall, Karang Panjang, Kota Ambon, Maluku.

Bacaan Lainnya

Dua emas masing-masing didulang Samsudin Sirajudin yang turun di kelas Layang Ringan 46 kg elite man. Di final  mahasiswa keperawatan ini menumbangkan petinju dari Pulau Buru, Frengky Latuparissa.

Prestasi ini sekaligus menjadi obat pelipur lara bagi petinju berdarah Ternate ini atas putusan kontroversial yang terjadi saat ia mengikuti Pra PON XX seri kedua Wilayah Tengah dan Timur di GOR Laga Satria, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pertengahan Desember 2019 lalu. Saat itu Samsudin memukul jatuh lawannya dari DKI Jakarta. Namun ironsinya Samsudin malah didiskualivikasi oleh wasit Subandrio dari Jawa Tegah.

Sementara itu Yosua Holy Masihor, petinju andalan Sulsel peraih medali emas kelas 52 Kg dan peraih predikat petinju terbaik nasional pada Pra PON seri pertama Wilayah Tengah dan Timur di Ternate, Maluku Utara September 2019 lalu dengan mudah menumbangkan lawannya.

Turun di kelas Terbang 52 kg elite man Holy menumbangkan petinju dari Pulau Buru, Nory S. Sedangkan ,S.Infandi yang turun di kelas Bantam 56 kg elite man harus puas dengan medali perak. Di final ia kalah angka dari petinju Kota Bogor. Begitu juga dengan Ariel Syaron Latuheru hanya bisa pulang membawa medali perunggu dari kelas layang 49 kg elite man.

Ketua Pertina Kota Makassar, Muh Tawing yang mendampingi  tim ke Ambon mengaku bangga dengan hasil yang dicapai petinju binannya. Manajer cabor tinju Sulsel pada Pra PON XX seri Pertama Ternate dan seri kedua di Bogor ini mengaku tidak membebani target kepada atlet dan dua pelatih yang mendamping petinju Dufri Masihor dan  Albert Lala’ar.

“Sebenarnya kami kurang persiapan. Makanya atlet yang kami bawa hanya empat orang. Kejuaraan ini juga kami jadikan sebagai ajang pemanasan jelang kejuaraan Tinju Walikota Makassar Cup, Maret 2020 dan menjadi tempat try out agar petinju kami bisa lebih banyak jam terbang,” kata ayah dua anak ini.

Meski begitu Tawing bersyukur dan bangga dengan hasil yang diraih keempat atletnya. Sebab mereka mampu membawa pulang dua emas, 1 perak dan 1 perunggu.

‘’Lebih bangga lagi karena satu petinju Kota Makassar yakni Holy Masihor dinobatkan sebagai petinju favorit. Ini akan menambah motivasi bagi petinju kami, khususnya Holy karena dia menjadi andalan Sulsel di PON XX di Papua nanti,”  ujar Tawing.

Hal senada dikatakan pelatih senior tinju Sulsel, Albert Lala’ar dan Dufri masihor. Menurutnya, petinju harus banyak mengikuti pertandingan agar kemampuan mereka terasah.

‘‘Kalau latihan terus tapi tidak bertanding, kan percuma. Menikuti kejuaraan yang bersifat open turnamen juga bisa menambah jam terbang bagi petinju kami,” kata Dufri yang diamini Albert Lala’ar.

Kejuaraan Tinju Amatir Gubernur Cup 2019 dibuka oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, Jumat (27/12/2019). Mantan Komandan Korps Brimob ini berharap olahraga tinju di daerahnya bisa mengulangi kembali masa-masa keemasan tempo dulu.

Murad bahkan memastikan kedepan atlet Maluku harus punya masa depan yang baik. Karena itu ia berjanji akan membantu para atlet berprestasi mendapatkan pekerjaaan. ‘’Di Kantor Gubernur, mau jadi tentara, polisi, pegawai bank, akan saya bantu,” tegas Murad.(riel)

Pos terkait