IDI Makassar Minta Anggota Dewan Penjamin Jenazah Pasien Covid Diberi Sanksi

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar meminta Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, mengusut tuntas terkait pengambilan jenazah bersatus Pasien Dalam Pemantau (PDP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Makassar yang terrjadi beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, tindakan tidak kooperatif tersebut merupakan kesalahan yang sangat fatal. Sebab, tidak seorang pun yang punya kekuasaan dan berhak untuk itu, meski seorang anggota DPRD Makassar.

Bacaan Lainnya

“Yang dilakukan oleh salah seorang anggota DPRD Makassar itu kesalahan fatal. Oleh karena itu kami meminta kepolisian mengusut kasus tersebut,” ujar Humas IDI, dr Wachyudi Muchsin, Jumat (4/6/2020).

Wachyudi menyebutkan, anggota DPRD Makassar yang dalam hal ini Andi Hadi Ibrahim Baso harus diberi sanksi, seperti halnya sanksi yang dijatuhkan oleh Pj Walikota Makassar terhadap Dirut RSUD Daya.

“Dirut RS Daya pada waktu itu tidak ada, dan penjaminnya adalah anggota DPRD Makassar. Walaupun itu kesalahan administrasi namun anggota DPRD juga harusnya kena sanksi,” tegas Wahyu.

“Bukan hanya Direkturnya. Karena ini memberi presenden buruk kepada masyarakat,” lanjut dia.

Wahyu berharap, kasus ini tidak terulang kembali. Kata dia, imbauan pemerintah wajib ditaati. Dimasa pandemi, harus lebih berhati-hati dan jangan membuat peraturan baru.

Pos terkait