oleh

Air Laut Pantai Losari Busuk, Dewan Minta DLH Lakukan Tindakan Efektif

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) meminta Pemerintah Kota Makassar mencari solusi tebaik agar laut Pantai Losari tidak terjadi lagi bau yang tak sedap seperti yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat.

“Makassar ini Water From City,
Kalau ada bau yang tidak sedap di Pantai Losari ini kan memalukan, apalagi Makassar dikenal menuju kota dunia,” kata ARA, di Gedung DPRD Makassar,  Rabu (10/7/2019).

ARA menduga, adanya bau tak sedap di Pantai Losari akibat adanya penyempitan laut yang diakibatkan reklamasi.

“Saya tidak menyalahkan reklamasi, tetapi perlu dicari tahu, apakah bau air yang tak sedap ini asalnya dari pelelongan, atau pembangunan hotel yang ada di sekitaran itu atau mungkin ada hal lain. Ini tugas Dinas Lingkungan Hidup untuk mencari tahu agar tidak terjadi lagi bau yang tak sedap,” kata ARA.

Sebelumnya, Penjabat Walikota Makassar Iqbal S Suhaeb meninjau langsung kondisi laut Losari yang kerap dikeluhkan warga lantaran
semakin hari semakin mengganggu penciuman pengunjung pantai Losari.

Iqbal bersama Camat Ujungpandang, Andi Patiware beserta tim Satgas Kebersihan menyusuri laut Losari menggunakan perahu khusus pengangkut sampah laut, Pattasaki.

Sekitar satu jam mereka berkeliling, sembari menjaring beberapa sampah yang masih bertebaran di laut menuju sekitaran kawasan reklamasi CPI.

Iqbal tampak miris melihat sampah di bibir laut. Ada popok bekas, potongan lemari, minuman gelas, minuman kotak, styrofoam dan masih banyak lagi.

“Kalian tahu kenapa ini air laut Losari menghitam? Karena tidak adanya pertukaran air secara normal. Terhalang bangunan CPI. Tidak adanya jalur pembuangan. Ikan – ikan mati, tidak ada lagi orang yang memancing, baunya luar biasa menyengat,” keluh Iqbal, Minggu (7/7/2019).

Untuk itu, Iqbal akan segera menyurati pengembang CPI agar mencarikan jalan keluar terkait masalah ini.

“Segera kami akan bersurat. Ini tidak bisa dibiarkan terus begini. Solusinya itu bukan hanya menjaring sampah saja. Tapi mengembalikan pertukaran air secara normal seperti dahulu,” tegasnya. (*)

Komentar

News Feed