ARA Kubur Impian Danny Pomanto Menangkan Jokowi-Amin di Makassar 

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Tanpa harus menggunakan jasa pejabat ASN,  Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno Kota Makassar yang dipimpin Adi Rasyid Ali, mampu mengubur impian Moch Ramdhan Pomanto memenangkan Capres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, di Makassar.

Salah satu bukti keberhasilan Ketua DPC Partai Demokrat kota Makassar ini terjadi di TPS 01 Kelurahan Maricayya Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Di TPS tempat Walikota Makassar ini mencoblos, Jokowi-Ma’ruf kalah. Capres 01 itu memperoleh 94 suara, sementara Prabowo-Sandi 101 suara.

Data yang diterima INFOSULSEL.COM hingga Kamis (18/4/2019) petang,  perolehan suara Prabowo-Sandi di Makassar sekitar 60-an persen. Sementara Jokowi hanya meraih sekitar 30-an persen.   Di Pemilu 2019 ada 3.998 TPS yang tersebar di 153 kelurahan dengan jumlah 954.437 daftar wajib pilih.

Selama masa kampanye selain mensosialisasikan dirinya sebagai Caleg nomor urut 1 Dapil 4 Kecamatan Panakkukang Manggala,  ARA juga intens mengkampanyekan Prabowo-Sandi di tengah masyarakat.

Upaya maksimal ARA membuahkan hasil.  Ia tidak perlu menggunakan kekuasanannya untuk memobilisasi  aparat pejabat ASN demi mempengaruhi masyarakat memilih Prabowo-Sandi.

‘’Sekarang masyarakat tidak mau lagi diintimidasi oleh oknum pejabat ASN. Kami memilih Prabowo-Sandi itu karena pilihan hati nurani,’’ tegas salah satu tokoh masyarakat Karuwisi Utara, H Usman, Kamis (18/4/2019).

Bagi ARA, memenangkan Prabowo-Sandi bukan pekerjaan mudah. Sebab Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini  harus berhadapan dengan dugaan keterlibatan sejumlah oknum pejabat ASN.

‘’Masyarakat Makassar itu pemilih cerdas.  Tidak perlu lagi dipaksa-paksa, apalagi diintimidasi. Itu cara-cara lama yang hanya dilakukan di zaman penjajahan oleh kolonial Belanda. Sekarang kita sudah merdeka,” tegas ARA.

Ia menyebut perjuangannya memenangkan Prabowo-Sandi di Makassar kondisinya nyaris sama seperti ketika memenangkan Kolom Kosong di Pilwali Makassar. ‘’Masyarakat sudah cerdas memilih. Tanpa dipaksa pun mereka lebih memilih Kolom Kosong dari pada memilih calon walikota lain,’’ kenang ARA.

Ia menyebut kalau ada oknum pejabat di Makassar yang tidak netral di Pemilu 2019 karena takut dengan pimpinanya, itu berarti pejabat yang tidak cerdas.

‘’Saya banyak mendapat laporan dari masyarakat. Mereka  didatangi oleh oknum-oknum pejabat ASN.  Sebagai orang yang beragama, mari kita serahkan semuanya kepada Allah SWT,” ujarnya.

Menurut ARA, kemenangan capres 02 khususnya di Makassar adalah jalan-jalan Tuhan. Karena itu Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih dan memenangkan Prabowo Sandi di Makassar.

‘’Pileg dan Pilpres sudah usia. Kepada seluruh pejabat ASN yang diduga tidak netral di Pileg dan Pilpres 2019 untuk segera bertobat. Mari kita semua kembali kejalan yang benar,” kata ARA.

 

Penulis : Asril

Komentar

News Feed