ARA Lepas Jenazah Joni Muis

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang juga pimpinan DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali melepas jenazah Ketua Harian Pertina Sulsel, DR Joni Muis S.Pd, M.Pd di rumah duka Jl Baji Ateka Lr. V nomor 5, Makassar, Ahad (18/8/2019) siang.

Almarhum Joni Muis meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Siloam karena menderita gagal ginjal, Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 21.45 WITA. Jenazahnya diberangkatkan dari rumah duka usai shalat duhur untuk dikebumikan di pekuburan umum Palleko, Kabupaten Takalar.

Hadir juga saat pelepasan jenazah almarhum wakil dari FIP PGSD Universitas Negeri Malassar (UNM), DR Ansar M.Si dan Ketua Majelis Permusyawaratan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Diza Rasyid Ali. Almarhum Joni Muis kebetulan salah satu kader PP.

Di depan para pelayat dan keluarga almarhum, Adi Rasyid Ali mengisahkan sosok Joni Muis yang aktif dalam banyak bidang. Pengabdian ayah lima anak yang lahir 10 Mei 1975 itu baik di bidang olahraga tinju dan bola tangan di Indonesia patut dihormati.

“Pak Joni sepanjang hayatnya tidak hanya mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan tapi juga dibidang olahraga. Semasa hidupnya almarhum tak kenal lelah. Bahkan dalam kondisi sakitpun almarhum masih meluangkan waktunya untuk mengurus Pertina,” kenang ARA, sapaan politisi Partai Demokrat ini.

ARA menyebut Joni merupakan sosok yang patut dicontoh.

“Atas jasa dan pengabdiannya yang besar kepada bangsa dan negara itulah, tepat di HUT Kemerdekaan ke-74 tahun ini pemerintah menganugerahkan penghargaan Satya Lencana kesetiaan 10 tahun. Namun sayang di hari yang sama beliau telah mendahului kita semua,” kata ARA, lirih.

ARA pun mengajak seluruh yang hadir untuk mendoakan Joni Muis. Selain itu, Ketua Pengda IOF Sulsel ini juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah dan ikhlas menerima kepergian almarhum Joni Muis.

“Akhirnya dengan memohon Ridha Allah SWT, marilah kita lepas kepergian Bapak Joni Muis menghadap Allah SWT dengan tenang dengan diiringi doa, semoga Allah SWT berkenan menerima amal ibadah almarhum dan mengampuni segala khilaf dan salah beliau,” kata ARA, lirih.

Almarhum, lanjut ARA, semasa hidupnya adalah orang yang sabar, tekun, ulet dan tak pernah menyerah.

“Pak Joni memang telah pergi meninggalkan kita semua. Namun akan tetap hidup di hati kita semua yang mencintainya,” sebut ARA.

Joni Muis meninggalkan seorang istri. Nurmaena Syam S.Pd dan lima orang anak masing-masing Muh Ricky Pratama (16), Nurfadilah (14),  Muh Dzaki (10) dan dua anak kembar yang baru berusia lima tahun,  Muh Adi Chandra dan
Muh Aditya.

Semasa hidupnya selain aktif di Pentina, Joni Muis juga aktif di cabor bola tangan. Ia bahkan menjadi salah satu perintis terbentuknya Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) dan menjabat Ketua 1.

Di dunia pendidikan Joni Muis aktif sebagai dosen PGSD UNM. Ia bahkan menjabat sebagai Ketua Wil 3 Himpunan Dosen PGSD Indonesia Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Hingga akhir hayatnya almarhum masih menjabat sebagai Sekretaris Koordinator Kampus V UNM Parepare.

Joni Muis meraih gelar S1 pada 2002 dan S2, 2011 di UNM. Sementara gelar doktor diraih di Universitas Negeri Jakarta.

(Asriel)

Komentar

News Feed