oleh

Dari Rantau Kembali ke Tanah Leluhur, Andi Irwan Nur Siap Bangun Bulukumba

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Akkulu peppe’ko mulao, abbulu rompengko mulisu. Salah satu falsafah Bugis ini jadi motivasi bagi Dr Ir. Andi Irwan Nur M. Env.St ketika hendak meninggalkan kampung halamannya. Kini ia kembali dari rantau untuk membangun tanah leluhurnya, Bulukumba.

Daeng Iwan, begitu ia disapa  menghabiskan masa kecilnya di salah satu dusun di kecamatan Tiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kecamatan Tiro dikenal sebagai daerah di mana Datuk Ditiro, ulama kesohor yang  dikenal sebagai peletak dasar ajaran Islam di Sulsel pada abad ke-16, berasal. Bersama dua ulama besar lainnya Datuk Ribandang dan Datuk Patimang yang berasal dari Minangkabau adalah penyebar Islam pertama di Sulsel.

Berbekal semangat itulah Daeng Iwan yang lebih 30 tahun merantau demi menuntut ilmu sampai ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat bertekad kembali ke tanah leluhurnya, Butta Panrita Lopi.  Tujuannya,  hanya satu, membangun kampung halamannnya melalui Pilkada 2020.

Daeng Iwan tidak sekadar coba-coba.  Sebab, jauh sebelumnya pada Pilkada lima tahun lalu ia sudah berniat ikut berkompetisi di daerah yang dikenal dengan Perahu Phinisi itu. Namun ia urungkan niatnya. Sebab suami dari Intihanah Yahya SeAk,MSi, QIA dosen akuntansi Universitas Haluuleo (UHO) itu menyadari pengalaman politik dan bekal intelektualitas yang dimiliki belum cukup jadi modal menjadi seorang pemimpin.

‘’Saya tidak mau sekadar coba-coba.  Semua harus dipikirkan secara matang, termasuk mengatur strategi yang jitu. Maju di kontestasi politik  juga tentu harus ada dukungan dari masyarakat. Sebab prinsip saya menjadi pemimpin, bukan sekadar coba-coba. Bismillahirrahmanirahim,  sekarang waktunyas saya maju,” tegas Daeng Iwan saat berbincang santai dengan INFOSULSEL.COM di Ombak Cafe & Resto, Makassar, Senin (17/6/2019) malam.

Masyarakat kabupaten Bulukumba akan menggelar pemilihan bupati pada 2020. Pesta demokrasi ini bersamaan dengan Pilkada serentak di 12 daerah di Sulsel. Termasuk kabupaten Gowa, Takalar, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara dan Makassar.

Hingga pertengahan Juni 2019 sejumlah figur sudah menyatakan kesiapannya. Salah satunya Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bulukumba, Tomy Satria Yulianto. Nama Tomy tentu akan menjadi kerikil bagi para rivalnya. Dengan posisinya yang saat ini sebagai Wakil Bupati Bulukumba tentu ia memiliki modal politik yang sangat terukur.

Tapi bukan Daeng Iwan kalau tidak suka menghadapi tantangan. Justru kehadiran Tomy membuatnya lebih termotivasi untuk bekerja lebih ekstra. Apalagi sebagai putra kelahiran tanah Tiro yang dikenal dengan pelaut ulungnya ini berprinsip ‘Tak ada pelaut ulung yang lahir dari laut yang tenang’. 

‘’Semua sudah saya pikirkan dengan matang. Yang pasti mari kita berkompetisi secara sehat agar lahir pemimpin yang cerdas,” ujar lelaki kelahiran 28 Oktober 1967 ini.

Sejak kecil ayah tiga anak ini memang bercita-cita ingin menjadi seorang pemimpin. Demi mewujudkan impiannya itu tentu tidak dengan modal nekad saja. Ia harus memiliki bekal ilmu dan pengalaman. Sebab baginya mengejar ilmu dan amal jauh lebih penting dari pada berburu harta.

Ayah dari Andi Aisyah Nurul A.H (mahasiswa S1 Asia Pasific University Kuala Lumpur, Malaysia) Andi Azzahrah Fathanah NP dan Andi Ahmad Afiq NM ini memulai ‘petualangannya’ setelah tamat dari SMA Negeri 198 Bulukumba. Sejak saat itu ia meningalkan tanah kelahirannya menuju Makassar demi mengejar cita-citanya. Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar menjadi pilihannya. Setelah meraih gelar sarjana S1, ia kembali melanjutkan pendidikannya di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kejarlah cita-citamu setinggi langit. Pepatah lama ini pula yang membuatnya terbang jauh ke sebuah perguruan tinggi di Toronto,  Kanada, Amerika Serikat.

Kini akademisi yang ahli dibidang Manajemen Sumberdaya Alam, Lingkungan dan Pesisir dan Kemaritiman itu telah lebih 20 tahun bengabdi  sebagai tenaga pengajar di Universitas Haluuleo, Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia kini menjabat sebagai Lektor Kepala pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Sebagai putra Bulukumba, Daeng Iwan tentu ingin mengabdikan dirinya membangun tanah kelahirannya. Apalagi kabupaten yang terdiri dari 10 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 400 ribu jiwa itu dikenal dengan potensi alamnya di bidang pertanian dan kelautan. Sangat cocok dipimpin oleh seorang pakar pertanian dan perikanan  seperti Daeng Iwan yang memang ahli di bidang manajemen sumber daya alam, lingkungan, pesisir dan kemaritiman.

Bagi sosok putra alm.H.Andi Muh.Nur, mantan anggota DPRD Bulukumba, keinginan untuk pulang kampung bukan tanpa alasan. Di mata tenaga pengajar pada program Pasca Sarjana Perencanaan PPS UHO Kendari  itu, kabupaten yang masyarakatnya sejak dulu dikenal dengan prinsipnya,  ‘Mali’ siparappe, Tallang sipahua’, itu adalah kabupaten yang dikarunia potensi SDA cukup tinggi. Juga memiliki keunikan budaya serta asset SDM yang cukup baik.

‘’Potensi inilah yang perlu digerakkan bagi kemajuan dan kemakmuran masyarakat Bulukumba,’’ kata lelaki yang dikenal merakyat dan sederhana ini.

Daeng Iwan bertekad jika kelak diberi amanah oleh masyarakat Bulukumba untuk menjadi 01 ia akan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dari apa yang ada sekarang.

”Bulukumba butuh formulasi dan strategi untuk menciptakan keunggulan serta daya ungkit ekonomi. Saat ini kita seperti terperangkap dalam rutinitas serta ketidakjelasan kebijakan dan strategi pembangunan. Oleh karena itu sebagai putra daerah, jiwa saya terpanggil untuk pulang memberi solusi terbaik bagi permasalahan di Bulukumba,” ujar Daeng Iwan.

Daeng Iwan yakin betul masyarakat sudah sangat sadar profil pemimpin seperti apa yang harus dipilih untuk memperbaiki Bulukumba ke depan. Menurutnya, Bulukumba membutuhkan figur pemimpin bervisi kuat, punya kerangka konsep dan strategi pembangunan matang dan terukur.

‘’Kepemimpinan teruji di berbagai bidang, jiwa kewirausahaan, serta pemahaman teknologi dan inovasi untuk akselerasi pembangunan. Bulukumba merindukan pemimpin yang tahu ‘ilmu dan pengetahuan untuk mentransformasi semua potensi yang ada menjadi sumber kemajuan dan kemakmuran daerah,” papar Ketua Umum Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir (HAPPI) Sultra ini.

Dari sejumlah figur yang kini muncul maju di Pilkada Bulukumba, nampaknya hanya Daeng Iwan yang memiliki wawasan dan kapasitas ilmu dan pengalaman yang lebih dari cukup untuk menjawab kebutuhan, harapan dan kerinduan masyarakat bagi kemajuan Bulukumba.

‘’Karena itu berbekal ilmu yang dimiliki, pengalaman, jaringan nasional dan internasional yang telah terbangun selama pulhluhan tahun saya siap mewakafkan diri saya seperti Pak Nurdin Abdullah membangun Kabupaten Bantaeng,” tegas Iwan.

 

Penulis : Asri Syahril

Komentar

News Feed