oleh

DLH Kota Makassar Akan Mengkaji Penyebab Pantai Losari Tercemar

Kadis Lingkungan Hidup kota Makassar, Rismayani Madjid.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —Pantai Losari tercemar. Airnya tak jernih lagi. Aromanya pun bau busuk, menyengat hidung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, tengah melakukan kajian penyebab pencemaran tersebut dengan  melibatkan perguruan tinggi di Makassar.

Kepala DLH kota Makassar Rismayani Madjid mengaku akan menjadikan kasus Losari sebagai prioritas yang akan ditangani secara serius.

‘’Kami segera mencari solusinya. Sebab di sepanjang Losari banyak pemukiman penduduk. Juga ada hotel dan restoran serta industri rumah tangga,” kata Maya, sapaanya kepada INFOSULSEL.COM, Rabu (10/7/2019).

Selain dampak dari pembangunan Center Poin of Indonesia (CPI) Tim DLH akan turun mencari tahu limbah yang dihasilkan oleh industri tersebut dibuang kemana. Apalagi di Losari ada 14 saluran induk yang terkoneksi ke laut.

‘’Jangan sampai limbah dari restoran dan hotel-hotel langsung dibuang ke saluran induk yang menyebabkan air di Pantai Losari tercemar,” jelas Maya.
Anggota DPRD Kota Makassar Andi Januar jaury Dharwis.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Sosialisasi terhadap dampak dari membuang sampah sembarangan akan terus dilakukan. Khususnya kepada mereka yang bermukim di sepanjang kanal.

‘’Ini juga perlu dilakukan. Kami akan berkoordinasi dengan lurah dan camat. Sebab salah satu sampah yang banyak ditemukan di sepanjang Pantai Losari adalah sampah rumah tangga,” ungkap Maya.

Terkait dampak pembangunan kawasan Center Poin of Indonesia (CPI), Maya mengaku menjadi ranah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel). Tetapi sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap lingkungan di kota Makassar, Maya mengaku tak akan menutup mata.

‘’Pemkot Makassar akan berkoordinansi dengan Pemprov Sulsel terkait langkah dan kebijakan yang harus diambil. Termasuk juga dengan pihak pengembang. Sebab lotusnya ada di kota Makassar. Dampaknya juga sangat dirasakan oleh masyarakat Makassar,” tegas mantan Kedis Pariwisata kota Makassar ini.

Ketua Badan Lingkungan Hidup Majelis Musyawarah Wilayah Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan (BLH-MPW PP Sulsel) Yusran mengakui pencemaran laut Pantai Losari akibat perilaku buruk masyarakat yang membuang sampah bukan pada tempatnya.

‘’Penyebab utamanya karena limbah-limbah domestik. Diantaranya limbah rumah tangga. Ini salah satu penyumbang yang terdistribusikan melalui sejumlah kanal yang berhilir ke Pantai Losari,’’ ungkap Yusran.

Di sepanjang Pantai Losari selain pemukiman penduduk juga berbagai industri pariwisata tumbuh subur. Selain itu ada dua rumah sakit, Stella Maris dan Siloam. Dari sejumlah sampah yang terdampar di bibir pantai dan kawasan CPI memang terdapat banyak sampah rumah tangga. Bahkan ada potangan  lemari.

Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat Andi Januar Jaury Dharwis mengatakan prediksi dampak lingkungan yang diproyeksikan dalam teknis izin reklamasi mengalami hambatan dari perubahan iklim dan alam.

‘’Bagaimanapun alam memiliki sistem tersendiri meski berusaha direkayasa oleh Ilmu pengetahuan dan teknologi. Penndangkalan terjadi akibat tidak adanya sirkulasi perputaran air,” jelas Januar.

Menurut dia, air sudah terjebak di teluk Losari sehingga terjadi sedimentasi yang sangat signifikan. Ini dipicu oleh aktivitas limbah oleh masyarakat.

‘’Ada sampah organik, padat, cair yang keluar melalui kanal. Di tambah lagi limbah yang berasal dari Sungai Tallo. Sehingga saat masuk sudah tak bisa ditarik keluar,” katanya.

Oleh karena itu menurut mantan Ketua DPC Partai Demokrat kota Makassar ini apapun bentuknya tetap saja Pemprov Sulsel harus meminta kepada CPI untuk mengkaji ulang rekayasa lingkungan yang menjadi dasar izin reklamasi.

‘’Saya kira ada poin perjanjian yang harus ditaati terkait dampak lingkungan dan sosial. Ini harus dipenuhi,” ujarnya. (Asriel)

https://youtu.be/kT3TdI9p5x0

Komentar

News Feed