Elektabilitas Danny Pamanto Terjun Bebas

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Jajak pendapat dari berbagai survei kembali dimunculkan jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020. Salah satunya PT Parometer merilis hasil surveinya di depan awak media di Hotel Mercure, Jl.AP. Pettarani, Kamis (12/9/2019).

Dari tingkat kesukaan bakal calon wali kota yang disukai, mantan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal mengungguli mantan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Deng Ical mendapatkan 80 persen yang menyukainya, sedangkan Danny Pomanto 72 persen dari delapan bakal calon yang disurvei.

“Meskipun tingkat kepuasaan Danny Pomanto lebih tinggi, tetapi Deng Ical lebih disuka masyarakat,” jelas Direktur Eksekutif PT Parameter, Ras MD.

Metodologi survei yang dilakukan lembaga ini dengan sistem multistage random sampling pada 21 Agustus 2019. Jumlah respondennya 440 dengan margin error , 4,8 persen.

Parameter melakukan survei tidak hanya kepada Ical dan Danny. Enam figur bakal calon (balon) lainnya ikut disurvei. Masing-masing Sukriansyah S Latif, dr  Fadly Ananda, Aliyah Mustika Ilham, Irman Yasin Limpo, Rusdin Abdullah dan Munafri Arifuddin.

Adapun hasil surveinya,  Danny Pomanto berada pada angka 33.0%. Sedangkan deretan nama penantang seperti Syamsu Rizal MI 20%, Aliyah Mustika Ilham, 8,3%, Irman Yasin Limpi 7,6%, Munafri Arifuddin yang juga mantan calon walikota Makassar, 6%, Rusdin Abdullah 2.7%. Sukriasyah sebagai wajah baru diangka 1.0% begitupun dr. Fadly Ananda 0.7%

Ras MD, MH, Direktur PT Parameter mengungkapkan posisi Danny Pomanto tidak pada posisi kuat.

“Posisi Danny Pomanto sebagai petahana tidak berada posisi yang amat kuat dengan elektabilitas 33%. Jika kami bandingkan data kami di tahun 2012 waktu itu Danny Pomanto mencapai 70%, kalau periode Agustus 2019 itu terjun bebas sampai dengan 24 sekian persen,” ungkap Ras.

Selain itu Ras menjelaskan idealnya sebagai ‘petahana’, elektabilitasnya harus mencapai 50% hingga 60% untuk memenangkan kontestasi Pilwalkot.

“Dengan posisi elektabilitas dibawah 50%, persepsi kepuasan dibawah 70% dan persepsi kepuasan di bawah 70% tentu sangat mudah ditumbangkan. Hampir semua di Indonesi aneka Pilkada yang ada petahana yang ada tidak memenuhi syarat tadi itu rata-rata tumbang.” Paparnya.

Lain halnya tingakat jika kepuasan dan keberhasilan mencapai 80%. Jika masih tetap terjaga elektabilitsnya masih diangka 55% hingga 60% tentu para penantang harus mikir tiga kali.

(Andi/Riel)

Komentar

News Feed