Fly Over Masuk Pengerjaan Tol Layang, Catat Nama Jalannya.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Penutupan fly over akan dilakukan selama tujuh hari kerja, terhitung sejak Kamis besok (10/10/2019).

Manager SHE Wika Beton, Alex Muhajirin mengungkapkan penututan tersebut terkait pengangkatan badan jalan yang tepat berada di atas fly over.

“Hari Kamis pagi atau malam itu penutupan arus untuk pengangkatan badan jalan. Jum’at pagi baru ditutup fly over,” ungkap Alex ke media kantor proyek Tol Layang Pettarani, Selasa (8/10/2019).

Lebih lanjut, Alex menyebutkan dua opsi yang ditawarkan oleh PT Wika. Diantaranya, opsi 1 diusulkan untuk arus jalan dari Urip Sumoharjo Timur menuju Urip Sumoharjo Barat (Arah Daya ke Sentral) akan disarankan masuk ke Jl Petarani hingga ke putaran di depan The Mutiara.

Selain itu, dengan arus lalu lintas dari arah sebaliknya, akan diarahkan masuk ke jalan Tol hingga putaran di depan Gedung Keuangan.

Adapun yang akan ke Pettarani diarahkan berputar balik di depan Universitas Bosowa, sementara yang akan ke Barawaja pihaknya akan membuat jalur di sebelah kiri jalan tol. Namun, untuk arah jalan Pettarani menuju jalan tol tidak ada perubahan arus lalu lintas.

“Rencananya akan dilakukan sistem buka tutup. Jam 06:00 WITA akan kita buka dengan pekerjaan sampai jam 08:00 WITA ditutup lagi. Kemudian dibuka lagi jam 12:00 WITA sampai jam 01:00 WITA. Untuk sore jam 17:00 WITA sampai jam 19:00 WITA juga dibuka kendaraan yang lewat di bawah,” papar Alex.

Selanjutnya, untuk pengendara motor yang akan memutar arah, pihaknya menyiapkan putaran pada empat sisi jalur.

Jalur dari Pettarani akan berputar di putaran Teh Mutiara, sementara dari  Tol berputar arah depan gedung keuangan. Sementara putaran di kedua sisi fly over tidak berubah.

Opsi ke dua jalur di bawah fly over tetap dibuka dengan sistem buka tutup pada waktu tertentu. Hanya saja opsi ini dinilai cukup membahayakan, sehingga menurutnya opsi pertama yang lebih mendekati.

Kepala Bidang Operasional Lalulintas Polrestabes Makassar, AKP Samuel To’longan mengatakan pihaknya memberikan solusi agar menghindari aktivitas pengerjaan jalan pada jam-jam ramai kendaraan.

“Kalau bisa jam 6 sampai 9 pagi itu tidak ada aktivitas. Selanjutnya jam pulang kerja pada sore hari sampai malam itu jam ramai kendaraan,” tutur Samuel.

Secara khusus untuk pengerjaannya, Alex mengaku akan menghabiskan waktu 4 hingga 7 hari. Butuh kehati-hatian dalam memasang launching box girder hingga terkahir dilakukam lifting.

“Memang waktunya agak lama. Tidak seperti yang kita kira. Tidak secepat memasang deretan papan. Jalan launching (menyusun box girder) itu butuh waktu lama. Dua meter per menit,” irai dia.

(Andi/Riel)

Komentar

News Feed