IAS Akhirnya Bebas

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Setelah menjalani hukuman empat tahun, Ilham Arief Sirajuddin akhirnya menghirup udara bebas. Walikota Makassar dua periode (2003-2013) itu meninggalkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar, Senin (15/7/2019) sekitar pukul 03.00 dinihari WITA.

Suasana haru mewarnai penjemputan Aco, sapannya. Berpeci hitam dan mengenakan baju kemeja putih IAS disambut keluarga dan kerabantnya. Ia pun tak mampu menyembunyikan hara harunya. Mata mantan Ketua Partai Golkra kota Makassar ini sembab.

“Saya hanya bisa mengatakan rasa syukur. Karena hari ini saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan sahabat-sahabat saya lagi. Yang luar biasa ternyata masih banyak yang merindukan kehadiran saya,” kata sahabat mantan Walikota Moch Ramdhan Pomanto itu kepada sejumlah wartawan.

IAS sebelumnya, didakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah dalam perkara korupsi swakelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar. Dia ditahan di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, sejak 2 Juli 2015.

Pada Februari 2019, dia di pindahkan ke Lapas Makassar. Dekat dengan kerabat dan keluarga menjadi salah satu alasan mantan Ketua Golra ota Makassar ini pindah ke kota kelahirannya.

Tinggalkan Lapas Makassar IAS ditemani sang istri,Aliyah Mustika beserta keluarga serta para sahabatnya. Di antaranya mantan Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal ‘Deng Ical’ dan legislator DPRD Sulsel Selle KS Dalle.

IAS dan keluarga tidak langsung pulang ke rumahnya. Ia mampir ke masjid terapung Amirul Mukminin di Anjungan Pantai Losari untuk melaksanakan ibadah salat subuh berjemaah.

Ilham mengaku bangga dan bersyukur karena mendapat sambutan dari para sahabat yang dirindukannya. “Dari Lapas saya di jemput oleh banyak sahabat yang saya rindukan. Ini kesyukuran bagi saya. Benar-benar luar bisa. Terima kasih semuanya,” ujar IAS dengan mata sembab.

ACO, sapaanya divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Pidana Korupsi Jakarta Pusat, 29 Februari 2016 lalu.

Dia dijatuhi hukuman atas dakwaan korupsi terkait kerja sama kelola dan transfer instalasi PDAM Makassar dengan PT Traya Tirta Makassar yang merugikan negara Rp 38 miliar.

Awalnya, IAS ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat itu diketuai oleh Abraham Samad. Sempat mengajukan praperadilan atas statusnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Permohonannya dikabulkan. Ia pun bebas. Namun satu bulan kemudian, Aco kembali dijerat oleh KPK dengan surat perintah penyidikan (sprindik) baru.

Melalui Kuasa hukumnya, IAS mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan Banding PT Jakarta. Namun, MA   menambah hukumannya menjadi enam tahun. Pada perjalanan akhir, MA lewat Peninjauan Kembali (PK) menetapkan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 175 juta.(Asriel)

Komentar

News Feed