Keroyokan Massal, Enam Pria Digelandang Polisi

INFOSULSEL.COM, GOWA – Kepolisian Resort (Polres) Gowa bergerak cepat dalam menangani kejadian penganiayaan yang dilakukan secara oleh sekelompok orang di Jl. Bakolu, Kec. Pallangga, Kab. Gowa, Kamis (6/6/2019) lalu sekitar pukul 21.00 Wita.

Hal tersebut dibuktikan melalui keberhasilan petugas dalam mengamankan enam orang pelaku dalam aksi penganiayaan yang dialami lelaki bernama Rusli Dg. Nyampa (40) warga Kel. Pangkabinanga, Kec. Pallangga, Kab. Gowa.

“Polres Gowa kini mengamankan enam orang pelaku dalam aksi penganiayaan terhadap seorang warga. Mereka adalah lelaki masing-masing inisial HDS (43), RDC (29), MA (57), SR (31), SDT (32), dan JBR (38),” terang Kasubbag Humas, AKP M. Tambunan bersama Kasat Reskrim, Iptu Muh. Rifai saat menggelar press conference, Senin (10/6/2019).

Adapun kronologis kejadian berawal saat terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di depan pemakaman Jl. Bakolu, yang dialami pelaku HDS dengan seorang pengendara mobil, kemudian saat itu juga HDS dianiaya oleh warga, sehingga membuatnya memanggil massa, yang tak lain adalah keluarganya sekitar 20 orang untuk mencari pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

“Akhirnya lelaki HDS bersama pelaku lainnya mendatangi rumah korban, yakni Rusli Dg Nyampa yang bertempat tinggal di sekitar TKP, dan langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” ungkap Kasubbag Humas Polres Gowa.

Sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan petugas, diantaranya delapan unit sepeda motor yang digunakan para pelaku dalam melakukan aksinya.

Kasubbag juga menghimbau kepada seluruh masyarakat setempat, untuk tidak melakukan aksi balasan atau tindakan membalas dendam yang serupa dengan kejadian tersebut.

“Polres Gowa berkomitmen untuk menindak tegas aksi premanisme oleh sekelompok orang yang ingin main hakim sendiri dengan melibatkan sekelompok massa,” jelasnya.

Adapun para pelaku ini dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana selama lima tahun enam bulan penjara.

“Para pelaku agar segera menyerahkan diri. Negara kita adalah negara hukum, maka selesaikan dengan hukum, bukan dengan premanisme,” tegas AKP M. Tambunan. (*RP)

Komentar

News Feed