oleh

KPK Diminta Usut Uang Hasil Komersialisasi Stadion Mattoanging

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –  Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) telah puluhan tahun mengelola aset peninggalan PON IV 1957. Jumlahnya ada 11. Diantaranya Stadion Mattoanging, GOR Mattoanging dan kolam renang.

Selama puluhan tahun dikelola YOSS selama itu pula yayasan yang didirikan almarhum Andi Matalatta itu tak pernah menyetor ke kas Pemprov Sulsel. Padahal aset yang dikelolanya  itu jelas-jelas dikomersialkan.  Nilainya, milyaran rupiah.

Karo Pengelolalan Barang dan Aset Setda Sulsel, Hj Nurlina.

Bagaimana sampai aset pemprov Sulsel tersebut bisa dikuasai oleh YOSS? Menurut Prof Zainuddin Taha MA, semua berawal pada tahun 1982. Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM) itu mengungkapkan ketika itu seluruh sarana olahraga eks venues PON IV 1957 berjumlah 11 buah di beberapa lokasi di Makasssar, diserahkan pengelolalanya oleh Pemprov Sulsel kepada KONI Daerah Sulsel pada tahun 1982. Saat itu Andi Matalatta menjabat sebagai Ketua KONI Sulsel.

‘’Pengelolaan awalnya diserahkan ke KONI Daerah Sulsel. Ini sesuai  keputusan Gubernur Kepala Daerah Tk. I Sulsel Nomor 114/II/1982, Tangal 15 Februari 1982 tentang Penunjukan Dewan Pendiri Yayasan Olahraga KONI Daerah Sulawesi Selatan,” sebut Prof Zainuddin.

Andi Matalatta yang saat itu menjabat sebagai Ketua KONI Daerah Sulsel kemudian menyerahkan pengelolaannya kepada YOSS, yayasan yang didirikannya saat itu.

‘’Andi Matalatta kemudian menyerahkan pengelolaan seluruh asset tersebut kepada yayasan yang didirikannya. Dan pengelolaanya itu hingga saat ini. Ironisnya, mereka mengkalim menjadi milik mereka (YOSS),” ungkap Prof Zainuddin  saat menjadi pembicara pada diskusi terbuka bertema ‘Stadion Mattoanging Milik Siapa? Yang digelar oleh FORUM BERSAMA (FORBES) Wartawan Olahraga Makassar pada 23 Mei 2017, lalu.

Zainuddin menyebut, penyerahan pengelolaan seluruh sarana olahraga eks venues PON IV 1957 itu berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum KONI Daerah Sulsel No. 056/X/1984 tanggal 17 November 1984 tentang Pengelolaan Sarana Olahraga KONI Daerah Sulsel.

Ironisnya karena pengelolaan seluruh sarana olahraga eks venues PON IV 1957 oleh YOSS tidak jelas sampai kapan batas waktunya. Malah seluruh sarana olahraga venues PON IV 1957 itu diklaim sebagai milik YOSS. Bahkan YOSS mengkomersialisasi sarana olahraga tersebut selama puluhan tahun.

Diskusi terbuka ‘Stadion Mattoanging Milik Siapa?’ dihadiri ratusan orang dari berbagai kalangan. Diantaranya politisi Partai Golkar yang saat itu menjabat Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel, Armin Toputiri,  Kadispora Sulsel, Sri Endang Sukarsih, mantan kadispora yang juga mantan pelatih PSM dan Timnas Indonesia, Syamsuddin Umar,  praktisi hukum, aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, kalangan suporter PSM, tokoh masyarakat, tokoh- tokoh olagraga dan puluhan jurnalist dari berbagai media cetak, elektronik dan online lokal dan nasional serta pengurusan YOSS. Diantaranya Andi Karim Beso.

Dari fakta-fakta yang terungkap pada diskusi terbuka tersebut, timbul pertanyaan yang belum terjawab, sampai kapan seluruh sarana olahraga eks venues peninggalan PON IV    1957 itu  dikelola oleh YOSS?

‘’Kalau tidak untuk kepentingan pribadi dan untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok, lalu kepada siapa YOSS mempertanggungjawabkan hasil komersialisasi atau sewa pakai terhadap seluruh sarana olahraga venues PON IV 1957 yang mereka dapatkan selama ini?’’ tanya salah seorang peserta diskusi.
‘’Apakah selama ini YOSS membayar pajak dari hasil komersialisasi sarana olahraga venues peninggalan PON IV 1957?,” tanya peserta lainnya.
‘’Kenapa Pemprov Sulsel selama puluhan tahun membiarkan seluruh sarana olahraga eks venues PON IV 1957 yang merupakan milik masyarakat Sulsel terbengkalai dan tidak diambil alih untuk dirawat demi kepentingan masyarakat dan kemajuan olahraga Sulawesi Selatan,”  tanya pesera yang lainnya.

Pertanyaan itu wajar muncul di kalangan masyarakat. Pertanyaan ini pula yang diapresiasi oleh wartawan olahraga yang tergabung dalam FORBES Wartawan Olahraga Makassar. Apalagi kondisi seluruh sarana olahraga peninggalan PON IV 1957 itu saat ini sungguh sangat memprihatinkan akibat  tidak terawat.

Hasil komersialisasi terhadap aset Pemprov Sulsel yang dilakukan YOSS juga menimbulkan pertanyaan. Sebab menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulsel Tautoto Tanaranggina kepada wartawan, mengakui tak sekalipun pengurus YOSS pernah menyetor hasil komersialisasi dari pengelolaan Stadion Mattaonging.

Masyarakat berharap KPK mengusut penggunaan uang hasil komersialisasi Stadion Mattoanging yang dilakukan oleh pengurus YOSS selama ini.

”Puluhan tahun aset Pemprov Sulsel dikomersialkan. hasilnta, tidak sedikit. Bisa puluhan milyar. Ini kan sudah masuk tindak pidana korupsi. Tidak bisa dibiarkan. KPK harus usut tuntas ini,” tegas hamdan Kusuma, salah seorang warga di Makassar.

Sementara itu Kepala Biro Pengelolalan Barang dan Aset Setda Sulsel, Hj Nurlina diam seribu bahasa saat dikonfirmasi terkait Stadion Mattoanging. Beberapa pertanyaan yang diajukan via pesan whatsapp (WA) sejak 1 Maret 2019, lalu, tak dijawab. Begitu juga saat dihubungi melalui telepon genggamnya, pun tak dijawab.  Nurlina beralasan sibuk rapat dengan KPK.

‘’Mungkin sampai besok rapatnya, tapi bukan soal aset,” jawab Nurlina,  singkat via WA, Rabu (13/3/2019).

‘’Memang begitu itu Kabiro Aset. Selalu menghindar dari media. Itumi salah satu pejabat OPD di Pemprov Sulsel yang paling tertutup dengan wartawan. Mungkin dia kira itu jabatan dibawa mati,” cetus sejumlah wartawan yang sehari-hari meliput di kantor Gubernur Sulsel.

Penulis : Asri Syah

 

Komentar

News Feed