Mendikbud Akan Godok Kontrak Belajar Siswa Pasca Penganiayaan Guru di Gowa

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sangat menyesalkan kasus penganiayaan seorang guru SD di dalam kelas yang disaksikan puluham muridnya. Ironisnya  pelakunya adalah orangtua dan kakak beradik murid dari sang guru.

“Perlu ada pemahaman yang cukup kepada orang tua siswa, bagaimana cara menangani konflik masalah di sekolah sehingga jangan mengambil keputusan secara drastis,” ujarnya kepada media usai menghadiri hari peringatan Buta Aksara Internasional di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu, (7/9/2019)

Mendikbud menyebutkan ada wilayah antara orang tua siswa dengan guru yang harus diperhatikan.

“Saya sarankan semua sekolah-sekolah itu sebelum waktu penerimaan siswa baru orang tua siswa diundang. Kemudian diberi penjelasan tentang hak dan kewajiban, baik kewajban pihak orang tua dan pihak sekolah. Dimana kewajiban orang tua dan dimana kewajiban guru. Dimana hak orang tua yang tidak boleh dilanggar dan dimana hak orang tua yang tidak bisa dimasuki wilayah guru,” papar Muhadjir.

Mendikbud berjanji segera menerbitkan peraturan baru terkait hal ini.

“Ini sedang digodok. Mungkin semacam kontrak belajar yang nanti akan ditanda tangani oleh pihak orang tua dan pihak sekolah. Kita akan mengatur mana wilayah sekolah yang bisa di masuki oleh orang tua dan mana wilayah sekolah yang orang tua bisa masuki,” ungkapnya.

Selain itu Mendikbud juga berpesan pada suluruh orang tua siswa agar konflik diselesaikan secara baik.

“Jangan mudah mengambil langkah sendiri. Kalau ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik dengan kepala dingin. Jangan main hakim sendiri,” cetus Menteri

Tidak hanya itu, Mendikbud kembali mengingatkan pentingnganya menjaga hak-hak guru. Sebab jika hak-haknya dilanggar dapat mengganggu kewibawaan guru.

“Harus lebih arif ketika menyekolahkan anak. Dengan begitu hak-hak guru akan semakin terlindungi. Namanya anak-anak sudah berkelahi bentar berkawan kembali. Jangan disikapi terlalu serius,” katanya.

Penganiayaan guru oleh orang tua siswa di salah satu Sekolah Dasar di Kabupaten Gowa, menyeret seorang ibu rumah tangga RA (43) dan dua anak gadisnya. Mereka terpaksa dibui setelah Astiah, sang guru melapor ke polisi.

(Andi/Riel)

Komentar

News Feed