oleh

Panti Pijat Surya Tetap Buka di Bulan Ramadhan, Ketegasan Pj Walikota Makassar Diuji

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Surat Edaran (SE) Walikota terkait penutupan THM selama bulan Ramadhan, ternyata tak bergigi di mata pengusaha THM di Makassar. Buktinya, masih ada THM yang buka. Ketegasan Penjabat (Pj)  Walikota Makassar Iqbal Suhaeb yang baru saja dilantik Senin (13/5/2019), diuji. Beranikah Iqbal mencabut izin usaha THM nakal? 

Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan tegas melarang seluruh Tempat Hiburan beroperasi selama Ramadhan namun masih ada pengusaha yang membandel. Salah satunya Panti Pijat Suryana II (Surya).  INFOSULSEL.COM Senin (13/5/2019) siang memergoki panti pijat berlantai tiga ini tetap beroperasi. Di lantai tiga ada enam perempuan  siap melayani lelaki hidung belang.

Panti pijat plus-plus yang juga melayani jasa prostitusi ini terletak di kompleks ruko Jl Ahmad Yani,  Makassar. Jaraknya  hanya sekitar 100 meter dari kantor Walikota dan Polrestabes Makassar.

Pemilik usaha jasa prostitusi berkedok panti pijat saat hendak dikonfirmasi tak ada di tempat.  Salah satu karyawan berambut keriting yang mengaku berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku  bosnya tidak berada di tempat.  “Bos lagi tidak ada. Manajer juga lagi keluar,”   katanya.

Saat INFOSULSEL.COM berada di lokasi salah satu pelanggan yang hendak pijat  masuk dengan tergopoh-gopoh. Sepeda motornya di parkir di teras ruko sebelah panti pijat Surya. Lelaki bermata sipit itu mengaku hendak pijat. Namanya HND. Ia pelanggan tetap di panti pijat ini. Saat masuk ia masih menggunakan helm. Wajahnya sengaja ditutupi dengan kaca helm.

Sejumlah pelanggan Panti Pijat Surya lainnya mengakui panti pijat ini cukup berani. Sebab di bulan Ramadhan pun usaha ini tetap beroperasi. Begitu juga saat penutupan hari-hari besar keagamaan, juga tetap beroperasi.

“Surya tetap buka meski yang lain tutup,” sebut Ayu, nama samaran salah satu mantan masseur di panti pijat ini.

Larangan beroperasi bagi panti pijat, bar, pub, karaoke dan massage tertuang dalam Surat Edaran (SE) Pemkot Makassar melalui Dinas Pariwisata. SE bernomor 435/141/S.Edar/Dispar/V/2019 tanggal 2 Mei 2019 itu ditandatangani Walikota Makassar, yang saat itu dijabat Moch Ramadhan Pomanto.

“Penutupan seluruh THM mulai 8 Mei 2019 sampai 8 Juni 2019. Bila ada yang coba-coba buka maka sanksi pencabutan izin menanti,” tegas Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu.

Penutupan THM pada hari besar keagamaan juga diatur  secara  tegas di Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2011 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Pada pasal 34 ayat (1), dijelaskan, THM wajib tutup satu hari sebelum hingga hari ketiga setelah bulan Ramadhan. Usaha yang termasuk antara lain rumah bernyanyi keluarga, karaoke, klub malam, diskotik, dan panti pijat.

“THM yang melanggar larangan beroperasi selama Ramadhan  dikenakan sanksi sesuai yang diatur dalam pasal 36 Perda Tanda Daftar Usaha Pariwisata,” tambah Kamelia.

Kamelia mengaku sudah memerintahkan stafnya untuk mengecek kebenaran informasi THM yang beroperasi di bulan Ramadhan.

Ketua Asosiasi Refleksi Kesehatan (Arkes) Kota Makassar Usdar Nawawi menegaskan keberanian pengelola Panti Pijat Surya yang membuka usahanya di bulan Ramadhan tidak bisa ditolerir. Ia meminta Dinas Pariwisata dan Satuan polisi Pamonmg Praja (Satpol  PP) untuk tidak menutup mata dengan persoalan ini.

 ”Penjabat Walikota harus turun tangan. Disinilah diuji ketegasan Iqbal Suhaeb.  Berani tidak bertindak tegas,” cetus Usdar.

Menurut wartawan senior ini,  Pemkot jangan main-main. Apalagi lanjut Usdar ini pelecehan terhadap Pemkot Makassar.

”Ini tidak bisa dibiarkan. Disparda harus mengeluarkan rekomendasi kepada Satpol PP untuk melakukan tindakan tegas. Panti pijat ini harus ditutup secara permanen. karena saya juga mendapat laporan ini bukan pertama kalinya Panti pijat Surya beroperasi di saat penutupan hari besar keagamaan,” ungkap Usdar.

 

Penulis : Asri Syahril 

 

Penulis : Asri Syahril

Komentar

News Feed