Pembagian Ketua Komisi DPRD, ARA Sesuai Proporisonal Berkeadilan

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pimpinan sementara DPRD Makassar bersama dengan sembilan fraksi menyepakati pembagian alat kelengkapan dewan (AKD). Salah satunya ketua komisi. Mereka sepakat penyusunan AKD berdasarkan perolehan suara pileg.

“Kami sudah sepakat bahwa penyusunan AKD berdasarkan suara terbesar dalam pileg kemarin. Penyusunannya berdasarkan proporsional berkeadilan. Insyaallah, target bulan depan, tugas pimpinan sementara selesai,” ungkap Ketua sementara DPRD Makassar, Rudianto Lallo, pada Selasa (17/9/2019).

Lebih lanjut dijelaskan dalam penentuan AKD lebih mengedepankan kepentingan fraksi

“Tidak ada yang kita bedakan, kepentingan saya adalah bagaimana mengakomodir keinginan semua partai, itu saja. Buktinya semua selesai dan menerima semua keputusan,” ungkapnya lanjut

Selain itu, wakil Ketua sementara DPRD Makassar Adi Rasyid Ali menambahkan, fraksi sepakat bahwa masa jabatan kursi ketua komisi dibagi 2,5 tahun. Empat parpol besar selaku peraih suara terbanyak lebih dulu menjabat ketua komisi. Yakni Nasdem (6 kursi), Demokrat (6 kursi), PDIP (6 kursi) dan Golkar (5 kursi).

Selanjutnya 2,5 tahun kemudian, giliran Gerindra, PAN, PPP dan PKS yang menjabat ketua komisi. Empat parpol itu sama-sama mengantongi 5 kursi.

“Untuk 2,5 tahun pertama jabatan ketua komisi akan ditempati masing-masing partai pemenang yang saat ini mendapat unsur pimpinan DPRD. Selanjutnya, 2,5 tahun terakhir, posisi ketua komisi kembali berganti,” jelas ARA.

Ditegaskan pula sebagai acuan kesepakatan tetap utuh, poin pembagian 2,5 tahun itu akan dituangkan dalam tata tertib DPRD Makassar.

“Kita sepakat ini adalah proporsional keadilan, maka dari itu akan diparipurnakan Tatib ini sebagai sifat yang mengikat,” tutup ARA.

(Andi/Riel)

 

Komentar

News Feed