Pemkot Makassar Optimis Wujudkan 100 Persen Sanitasi

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Pemerintah Kota Makassar, mengaku optimistis dapat mewujudkan program sanitasi layak dan 1000 akses air bersih sesuai capaian universal cipta karya 100-0-100 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019.

Namun,Pelaksana tugas, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Baso Amiruddin mengakui jika pola pikir masyarakat sebagian yang ada masih harus diubah. Ia memaparkan dari hasil survey menyebutkan sebanyak 9.436 kepala keluarga masih memiliki pola kebiasaan buang air besar sembarangan, inilah yang harus diubah.

“Sekitar 1,5 persen dari keseluruhan populasi Kota Makassar masih melakukan kebiasaan tersebut. Inilah yang ingin kami tuntaskan melalui budaya sanitasi yang sehat dan sangat perlu jadi perhatian kita semua, untuk berkomitmen menanggulangi persoalan ini,” kata Baso, saat menghadiri Workshop “Rumah Bersama CSR” Kemitraan CSR Untuk Air dan Sanitasi Kota Makassar bertempat di Hotel Aston Makassar, jln. Sultan Hasanuddin. Rabu (4/10/2017).

Menurutnya, jika tidak dilakukan perubahan maka akan berpotensi air tanah yang digunakan untuk kebutuhan sanitasi sehari-hari termasuk untuk konsumsi. Sehingga dapat mengganggu kualitas kesehatan.

“Yang paling utama adalah menumbuhkembangkan kesadaran dalam masyarakat bahwa pentingnya menggunaan sanitasi dalam pola kehidupan sehari hari yang tentunya memerlukan penyamaan persepsi dalam masyarakat ,” ucapnya.

Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan. menindak lanjutinya dalam RPJMN 2015-2019, untuk melakukan kerja sama antara Pemkot dengan USAID -Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene.

Sementara itu, menurut Rieneke Roles RM SSEI USAU IUWASH PLUS menjelaskan program kerja sama dibidang sanitasi yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat mendukung Pemerintah Indonesia untuk mencapai target Unversal Akses ‪100-0-100‬.

Ia menambahkan, USAID Plus mendorong agar pencapaian target SDGs untuk air minum dan sanitasi dimana setiap orang di Indonesia bisa mendapatkan layanan air minum dan sanitasi yang aman, terjangkau dan berkelanjutan, khususnya masyarakat dengan tingkat kesejahteraan 40% (empat puluh persen) terendah di perkotaan.

“Melalui proses Workshop ini, kami berharap dapat menyepakati beberapa hal untuk mendukung pencapaian target dan sasaran yang ingin diraih bersama, guna mendukung pembangunan sektor air minum dan pengelolaan air limbah domestik khususnya dikota Makassar,”ucap Rieneke.

Rieneke juga memgapresiasi atas komitmen dan kerjasama yang baik dari Pemeritah Kota Makassar serta mitra penting di kota ini untuk air dan sanitasi yang lebih baik.

 

Penulis : Desi

Editor : Anwar

News Feed