Pendiri KOMPI Kecam Tindakan Represif Kepolisian Pada Gerakan Mahasiswa

InfoSulsel.com, Makassar – Demokrasi Indonesia kembali tercoreng dengan tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian. Kali ini menimpa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bone dan cabang Sinjai saat melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor PDAM Kabupaten Bone dan ruas jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Sinjai.

Salah satu kader HMI cabang Makassar sekaligus Pendiri Koalisi Mahasiswa Pergerakan Indonesia (KOMPI), A. Azhardi Al Qadri sangat menyesalkan hal ini.

“Kita ketahui bersama ada korban dari pihak mahasiswa yang mengalami luka-luka saat aksi di Bone dan Sinjai karena aksi represif pihak kepolisian dalam merespon aksi damai tersebut. Sikap berlebihan yang dilakukan pihak pengamanan menambah daftar buruk demokrasi kita,” ungkap Azhardi saat di temui di salah satu warkop di Kota Makassar, Jumat (30/11/2018).

“Kita kecam aksi yang sangat tidak simpatik dari kepolisian,” imbuhnya.

Menurut Azhardi, pihak kepolisian seharusnya mendukung aksi mahasiswa yang menginginkan negeri ini selamat.

“Mahasiswa sebagai penyambung aspirasi rakyat ingin perubahan, karenanya tidak wajar bila pihak kepolisian bersikap kasar terhadap mahasiswa yang harusnya dilindungi,” hematnya.

Azhardi menyatakan, kasus penganiayaan terhadap mahasiswa di Bone dan Sinjai harus diungkap dan pihak yang bersalah harus bertanggungjawab.

“Kapolda kalau tidak mampu menertibkan bawahannya sebaiknya mundur. Kasus ini sekaligus mencoreng wajah demokrasi kita, seolah-olah tak ada tempat untuk menyampaikan pendapat dimuka umum,” pungkasnya.

Ditegaskannya bahwa saat ini negara dalam keadaan darurat demokrasi akibat aksi represif pihak kepolisian di beberapa daerah.

“Kita sangat menyayangkan sikap yang bertolak belakang dengan tupoksi polisi sebagai pengayom masyarakat. Padahal mereka digaji oleh uang rakyat bukan uang penguasa sehingga apapun dalil mereka, sikap represif sangat bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, Pancasila dan UUD 45,” tegas Azhardi.

Penulis: Rhenno | Editor: Adriyan.

News Feed