Pepsodent dan PGDI Ajak Masyarakat Makassar Rawat Gigi Agar tak Berlubang

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Menyambut Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) PT Unilever Unilever Indonesia Tbk yang memproduksi pasta gigi Pepsoden menggandeng Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI)  mengajak masyarakat Makassar untuk melindungi kesehatan gigi dan mulut..

Seorang dokter gigi menjelaskan kepada anak-anak cara sikat gigi yang benar.(FOTO: SUHANDI)

Perayaan ke-10 tahun ini mengambil tema, “Indonesia Tersenyum, Mewujudkan Indonesia Bebas Gigi Berlubang’’.

BKGN kali ini akan mengedukasi mengenai pentingnya melindungi kesehatan gigi. Acaranya berlangsung di Rumah Sakit (RS) Gigi dan Mulut kampus Unhas Barayya, Jl Kandea, kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClintDent., MDSc, Devision Head For Health & Wellbeing and Professional Intitutions Yayasan Unilever Indonesia mengungkapkan gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia.

“Hasil riset kesehatan dasar (Riskedas) menunjukkan bahwa 88,8%  masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang. Itu dialami oleh anak Indonesia berumur 5 tahun dengan angka 92,6%,” ungkap Ratu Mirah.

Bagi Yayasan Unilever Indonesia ini tentu  sangat memprihatinkan.

‘”Sebab kondisi gigi susu sangat mempengaruhi struktur gigi permanen di masa mendatang,” jelas Ratu Mirah.

Karena itu Unilever menginisiasi untuk melakukan edukasi berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia untuk merawat kesehatan dan mulut secara konsisten.

‘’Karena itu tahun ini Pesodent memulai gerakan ‘Indonesia Tersenyum’ untuk membebaskan senyum keluarga Indonesia dari gigi berlubang,” lanjut drg. Mirah.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas Drg. M. Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM memaparkan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibenahi

“Khusus di Sulsel, Riskesdes 2018 menunjukkan baru 8,8 masyarakat menyikat gigi pada waktu yang tepat yaitu dua kali sehari-setelah sarapan dan sebelum tidur,” ungkap drg. Ruslin

Menurut Ruslin mengungkapkan BKGN 2019 menjadi momen tepat bagi masyarakat untuk membiasakan merawat kesehatan gigi.

“Meski sangat tergolong rendah, namun angka ini adalah yang tertinggi secara nasional. Selain itu, tenyata 95,5% masyarakat Sulsel tidak pernah berkunjung ke tenaga medis gigi,” ungkap dia lagi.

Karena itu ia menyebut, BKGN 2019 menjadi momen untuk membiasakan berkunjung ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

Pelaksanaan BKGN digelar di 24 FKG dan 40 cabang PDGI di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember mendatang. Targetnya bisa menjangkau 64.000 orang.

(Andi/Riel)

Komentar

News Feed