Petinju BPR 3/Kostrad Raih 1 Emas, 2 Perak dan 2 Perunggu

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Sasana tinju Brigif Para Raider (BPR) 3/Kostrad mampu berprestasi di kejuaraan tinju militer yang berlangsung di GOR Lioni, Direktorat Peralatan Angkatan Darat  (Ditpalad), Jalan Bekasi Timur 4 Nomor 3, Jatinegara Jakarta Timur, 24-26 Juni 2019.

Dari enam petinju yang diturunkan pada kejuaraan ini BPR 3/Kostrad meriah 1 medali emas, dua perak dan dua perunggu pada partai final yang berlangsung Selasa (26/6/2019).   Prajurit Dua (Prada) Daud Fairyo yang turun di kelas 64 Kilogram (Kg) meraih emas setelah di  final anggota Yon Para Raider (YPR 432) ini menang KO setelah di ronde ketiga memukul jatuh lawannya Hartono Arsad, wakil dari TNI-AL.

Sementara dua medali perak diraih Prajurit Satu (Pratu) Muhammad Idris asal YPR 433 kelas 60 Kg, dan Prada Frans Dusay petinju YPR 431 yang turun di kelas 69 Kg. Untuk medali perunggu masing-masing di raih Sersan Dua (Serda) Ali Ridwan Songut petinju YPR 433 kelas 52 Kg dan Pratu Daniel Manullang (YPR 431) turun di kelas 69 Kg

Kejuaraan tinju antara TNI yang mempertandingkan 6 kelas putra  ini dilaksanaakan sebagai bagian dari seleksi bagi tim cabor tinju guna menghadapi Olimpiade Militer  Conseil International du Sport Militaire (CISM) VII yang akan diselenggarakan di Wuhan, Cina pada 18-28 Oktober 2019.

Pelatih BPR 3/Kostrad Aleks Tatontos mengaku puas dengan penampilan dan hasil yang diraih para atletnya. Ia menilai keenam anak asuhnya bertarung secara kesatria dengan semangat tak kenal lelah.

Ada hal yang menarik yang dialami petinju Kostrad di kejuaraan ini. Menariknya  karena menghasilkan keputusan split.   Iu terjadi di partai kelas 60 Kg saat Muh Idris berhadapan petinju tuan rumah (Ditpalad) Gresti Alfons.

‘’Pertandingan berlangsung ketat dan seru. Ronde pertama saya akui Idris kalah. Tapi di ronde kedua,  hasilnya imbang. Memasuki ronde ketiga Idris jauh lebih unggul. Tetapi keputusan hakim memenangkan petinju tuan rumah,” jelas Aleks.

Meski demikian peraih medali emas di dua PON berturut-turut, PON XVIII 2012 Riau dan PON XIX 2016 Jawa Barat, serta medali emas SEA Games 2011 Palembang, medali emas kelas berat ringan STE 2009 Tomohon ini hanya bisa mengelus dada.

‘’Yang pasti saya dan seluruh atlet banyak mendapat pelajaran dari kejuaraan ini. Kami bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan untuk dijadikan bahan evaluasi guna mengadapi event-event berikutnya,” kata Aleks.

Menurutnya ini merupakan event baru bagi petinju Kostrad khususnya bagi generasi lapis kedua. Apalagi ini merupakan ajang tertinggi di kalangan TNI. Karena melibatkan tiga matra yaitu TNI-AD, AL, AU dan Kotama lainnya di Angkatan Darat.

Aleks optimis petinju Kostrad akan berkembang dan menjadi jawara di ajang-ajang yang diikutinya kedepan. Apa lagi petinju Kostrad juga menjadi andalan Sulsel yang diproyeksikan menghadapi pra PON 2019. ‘’Kami akan terus melakukan persiapan yang lebih baik lagi dengan memanfaatkan waktu yang ada,” jelas Aleks.

Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pembina tinju Kostrad : Letnan Kolonel Inf. Susilo, S.Sos yang selama ini tak henti-hentinya memberi support dan motivasi. Di kejuaraan ini Aleks didampingi Letnan Dua (Letda) Inf. Ferdinand Septo dan asisten pelatih Prajurit Kepala (Praka) Hendy Durand. (Asriel)

Komentar

News Feed