oleh

Robert: Komdis PSSI Tidak Adil Dalam Memberikan Sanksi

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pelatih PSM Makassar, Robert Alberts mengeluarkan curhatannya menanggapi sanksi-sanksi yang diberikan oleh Komite Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) kepada PSM Makassar.

“Musim lalu kami kalah dari Persib 1-2, saya ingin berjabat tangan dengan perangkat pertandingan seperti dua hakim garis dan wasit tapi mereka menolak. Lalu saya mendapat hukuman berupa denda 10 juta karena hal itu,” ungkap Robert, Sabtu (26/5/2018).

Musim ini, Robert telah mendapat teguran keras dari Komdis PSSI karena dianggap melakukan protes berlebihan hingga mengintimidasi perangkat pertandingan saat PSM Makassar dibungkam 2-3 di kandang sendiri oleh Persela Lamongan.

“Waktu kami melawan Persela di sini, diberikan injury time selama lima menit. Tapi dalam lima menit ini, kiper terbaring selama dua menit. Dalam law of the games FIFA, harusnya dua menit itu harus ditambahkan,” tuturnya.

Robert berujar saat itu Ia hanya ingin menyampaikan kesalahan yang telah dilakukan wasit setelah pertandingan berlangsung. Akan tetapi Robert malah diiberikan sanksi sehingga Ia menjadi heran dengan keputusan tersebut.

“Setelah itu saya mempertanyakan kepada wasit akan hal itu, saya tidak membentak dan menyentuhnya tapi saya mendapat hukuman berupa peringatan keras,” timpalnya.

Pelatih asal Belanda ini semakin tidak terima dengan keputusan Komdis PSSI karena pertandingan melawan Borneo FC di Mattoanging yang berakhir ricuh akibat pemain lawan yang menyerang wasit justru malah lebih merugikan PSM Makassar dibanding Borneo FC.

“Malah pertandingan sebelumnya di sini, tim tamu mencoba menyerang perangkat pertandingan dan kami mencoba melindungi malah kami yang kena sanksi. Saya bingung dimana letak keadilan di liga ini,” pungkasnya.

Penulis: Adriyan

News Feed