Seorang Oknum Mahasiswa Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembakar Polisi di Cianjur

INFOSULSEL.COM, CIANJUR – Kejadian dibakarnya aparat kepolisian oleh oknum tak dikenal saat pengamanan aksi demonstrasi mulai menuai titik terang mengenai pelaku yang melakukan tindak tersebut.

Setelah melakukan penyelidilan dan pemeriksaan sejumlah saksi, lelaki RS alias Onad (19) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Cianjur dalam kasus terbakarnya empat anggota polisi saat aksi demonstrasi mahasiswa di Kabupaten pada Kamis (15/8/2019) kemarin.

“Polres Cianjur menetapkan RS alias Onad oknum mahasiswa dari elemen GMNI yang berstatus mahasiswa Universitas Suryakencana,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (16/8/2019).

Oknum Mahasiswa yang Ditetapkan Sebagai Tersangka

Truno menjelaskan penetapan RS sebagai tersangka berdasarkan dari sejumlah alat bukti dan penyelidikan oleh Polres Cianjur dibantu Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat.

Sambungnya, RS diduga melakukan pelemparan bahan bakar saat terjadi pembakaran ban hingga api menyambar ke empat orang anggota polisi Polres Cianjur.

“Penetapan tersangka ini berdasarkan alat bukti dan proses penyelidikan yang telah dilakukan,” katanya.

Dia menjabarkan sampai saat ini, sebanyak 31 orang peserta aksi telah diamankan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah lantaran proses penyelidikan masih terus dilakukan.

“Proses penyelidikan masih terus berlanjut. Kemungkinan tersangka bisa saja bertambah,” terang Truno.

Perwira tiga melati ini menambahkan, atas perbuatannya, RS dikenakan Pasal 170, dan Pasal 351 Tentang Penganiayaan Berat yang mengakibatkan orang luka ataupun luka berat, dan Pasal 160 dan atau Pasal 212 dan atau Pasal 213 KUHP.

“Karena perbuatannya, RS terancam hukuman kurungan diatas lima tahun penjara,” pungkasnya.

Sebelumnya, insiden itu bermula dari aksi massa mahasiswa yang mengatasnamakan diri Cipayung Plus. Massa tersebut merupakan gabungan berbagai kelompok yakni, GMNI, HMI, PMII, CIF, HIMAT IMM, dan PD Hima Persis Cianjur.

Tujuan demonstrasi adalah menemui unsur pimpinan Pemerintah Kabupaten dan DPRD Cianjur untuk beraudiensi. Isu yang dibawa adalah penegakkan kebenaran dan keadilan, penyediaan lapangan kerja dan masalah pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Perwakilan masa sempat diterima oleh Sekretaris Dewan untuk ditampung aspirasinya. Namun, hal itu tak membuat mereka puas. Massa kemudian melakukan longmarch menuju Pemda Cianjur. Tak hanya itu, massa juga memblokir Jalan Siliwangi di depan pintu masuk Pemda. Pukul 13.00 waktu setempat massa semakin brutal dengan membakar ban. Polisi yang hendak melerai aksi, malah terbakar tersambar api.

Akibatnya, api menyambar ke tubuh empat polisi yakni Aiptu Erwin anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Cianjur, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon dari Sabhara Polres Cianjur, serta Bripda Anif.

Untuk diketahui, Aiptu Erwin dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon dirawat di RS Hasan Sadikin, sedangkan Bripda Anif ditangani di RS Polri Sartika Asih Polda Jawa Barat. (*RP)

Komentar

News Feed