Target Dua Emas, Pertina Sulsel Andalkan Kombinasi Juara PON dan Talenta Junior di Piala Menko IPK

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Panggung tinju amatir nasional bersiap menyaksikan ledakan talenta dari Timur Indonesia. Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulawesi Selatan resmi memberangkatkan tujuh petinju terbaiknya untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK). Berlangsung di Pluit Village Mall, Jakarta, pada 19–26 November 2026, ajang ini menjadi pembuktian krusial bagi regenerasi petinju andalan Sulsel.

Skuad bertabur talenta ini bertolak dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dipimpin duet pelatih kepala Dufri Masiho dan Muh Yusri That. Keberangkatan tim bukan sekadar formalitas partisipasi, melainkan sebuah pernyataan sikap. Di bawah komando kepengurusan yang dinamis, kontingen Sulsel datang dengan persiapan matang dan mentalitas juara yang telah ditempa lewat kompetisi ketat.

Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Harpen Reza Ali, menegaskan bahwa kejurnas ini memiliki bobot yang jauh lebih besar daripada sekadar ajang menambah jam terbang. Bagi putra mantan Ketua Umum PP Pertina periode 2012–2016 ini, ring Jakarta adalah panggung pembuktian harga diri dan kualitas pembinaan daerah. Harpen menuntut para atletnya untuk berani mematok standar tinggi dan menunjukkan taji di level tertinggi nasional.

Meski menuntut pembuktian, pria kelahiran 2 Mei 1995 ini tetap mempertahankan kalkulasi yang rasional. Harpen sadar betul bahwa peta kekuatan tinju amatir di Indonesia saat ini sudah sangat merata dan tidak lagi didominasi oleh satu atau dua provinsi saja. Tanpa ingin memberikan beban psikologis yang merusak fokus atlet, ia memasang target yang terukur namun optimistis: minimal membawa pulang dua medali emas ke Makassar.

Komposisi skuad Sulsel kali ini mengombinasikan kematangan senior dan ledakan ambisi junior. Di kategori elite, Sulsel menurunkan lima petinju andalan, yakni Josua Holy Masihor, Fitrah Darnansyah, Otto Gesler, serta dua srikandi tangguh, Andini dan Hindriawati Haer. Kombinasi ini menjadi motor penggerak utama dalam perburuan medali di kelas-kelas bergengsi.

Suntikan energi segar juga datang dari kategori junior melalui aksi kakak-beradik, Yosafat Daniel Bryan dan Izack Timothy Ricardo. Keduanya bukan nama baru di sirkuit remaja. Mereka adalah penyandang gelar juara nasional yang sukses merajai kelasnya pada Kejurnas Tinju Junior di Palu, Sulawesi Tengah, tahun 2025 lalu.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa Sulsel tidak pernah kehabisan stok petinju berbakat.
Darah juara yang mengalir di tim ini terasa kian kental berkat faktor genetika prestasi. Tiga dari tujuh petinju putra yang turun bertanding merupakan anak kandung dari sang pelatih kepala sendiri, Dufri Masihor—legenda hidup yang pernah mengharumkan nama Indonesia lewat raihan medali emas di SEA Games 1997.
Sentuhan kepelatihan Dufri yang disiplin dan bernuansa militer memberikan fondasi mental yang kokoh bagi anak-anak asuhnya.

Manajer Tim Pertina Sulsel, Christian, menilai target dua emas yang dicanangkan bukanlah angan-angan kosong. Berdasarkan analisis mendalam terhadap peta kekuatan di tujuh kelas yang diikuti, Christian melihat ada peluang besar bagi Sulsel untuk mendominasi. Bahkan melampaui target awal. Persiapan intensif selama beberapa bulan terakhir menjadi garansi bahwa para petinju Sulsel berada dalam kondisi fisik dan taktis yang prima.

Senada dengan sang manajer, Pelatih Kepala Dufri Masihor juga memancarkan keyakinan serupa. Mengenal karakter dan perkembangan setiap anak didiknya secara mendalam, pelatih berlatar belakang militer ini optimistis mampu mengamankan hasil maksimal di dua hingga tiga kelas spesifik. Baginya, strategi di atas ring telah dimatangkan, tinggal bagaimana para atlet menjaga momentum saat peluit pertandingan berbunyi.

Keyakinan kolektif tim Sulsel ini berdiri di atas fondasi rekam jejak yang sahih, bukan sekadar retorika. Salah satu kartu as yang mereka miliki adalah Josua Holy Masihor, peraih medali emas kelas 54 kg yang baru saja merajai panggung PON XXI Aceh-Sumut 2026. Dengan modal mental juara bertahan nasional dan dukungan penuh dari adik-adik serta rekan setimnya, skuad Sulsel siap menggebrak dan mengukir tinta emas di Jakarta.(riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan