Tangis Haru IYL Saat Dikukuhkan Jadi Doktor Hukum Pendidikan

Ichsan Yasin Limpo tak mampu membendung air matanya saat menyebut nama almarhum sang ayah, HM Yasin Limpo saat diberi kesempatan memberikan kesan dan pesannya usai dikukuhkan gelar doktor dengan predikat cum laude.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR- Ichsan Yasin Limpo (IYL) tak kuasa menahan haru saat dipersilakan memberi sambutan dan kesannya usai dikukuhkan sebagai doktor bidang hukum pendidikan di auditorium Amiruddin Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas)  Kamis (8/2/2018).

Di depan promotor, ko promotor, tim penguji, guru besar, serta ratusan tamu undangan, Ichsan yang tak lain pelopor pertama Perda pendidikan gratis di Indonesia ini, meneteskan air mata haru begitu memulai pesan dan kesannya.

Di awal sambutannya, mantan Bupati Gowa dua periode ini secara khusus mempersembahkan gelar doktor yang disandangnya itu untuk almarhum ayahnya, HM. Yasin Limpo, serta ibundanya tercinta, Hj Nurhayati Yasin Limpo.

“Saya masih ingat perkataan ibu. Waktu itu saya masih SD. Beliau bilang, kamu bisa jadi Doktor. Dan Alhamdulillah, hari ini saya bisa mendapatkannya,” kata Ichsan memulai sambutannya.

Usai itu, IYL menyampaikan terima kasih kepada sang istri Hj Novita Madonza Amu, beserta anak-anaknya, serta semua keluarga dan sahabat yang selama ini memberi dukungan dan support hingga berhasil melewati rangkaian ini.

Tak lupa, sebagai bentuk terima kasihnya, IYL menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru besar Unhas, terutama para dosen yang mampu mentrasferkan ilmu selama ini.

Begitu juga, pencapaiannya bisa melewati jenjang pendidikan program doktoral tak lepas peran dan konstribusi para gurunya, mulai dari SD, SMP dan SMA, serta para dosennya di Fakultas Hukum UMI.

“Saya berterima kasih kepada para dosen, guru-guru saya. Mulai dari SD sampai mahasiswa. Saya seperti ini, karena berkat guru dan dosen hebat yang bisa mentransferkan ilmunya. Sekali lagi, terima kasih,” urainya.

Untuk penyusunan disertasinya, IYL melakukan penelitian di tujuh negara sebelum dinyatakan lulus dengan predikat cum laude atau nilai tertinggi.

IPK pencetus Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) ini, yakni A atau 3,9. Nilainya sangat tertinggi untuk alumni jebolan Unhas. Sebab tidak semua mahasiswa bisa mendapatkannya.

Dalam Promosi Doktor IYL, baik promotor maupun penguji, secara khusus memberikan apresiasi dan pujian atas ide dan gagasannya dalam memberi konstribusi untuk bangsa dan negara.

 

Penulis : Asril

 

Pos terkait