Siswi SMK Dibius, Diikat di Tengah Hutan Lalu Ditinggalkan

ILUSTRASI

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Seorang siswa salah satu SMK di Makassar mengaku diculik empat pemuda menggunakan mobil di depan minimarket tak jauh dari Kompleks Hartaco, Jalan Daeng Tata, Selasa (19/1/2020) sekitar pukul 15:00 WITA.

Saat itu IRM, gadis gelasa 1 SMK ini hendak ke rumah kawannya di Jl Jalan Daeng Tata 3. Di tengah jalan ia dicegat seorang lelaki yang berpura-pura menanyakan alamat.

‘’Tapi suara orang di atas mobil itu tidak saya dengar jelas karena suaranya agak pelan. Saat saya mendekat, orang itu langsung menutup mulut saya dengan sapu tangan,” kisah IRM saat ditemui di rumahnya Kamis (30/1/2020).

Saat itu IRM langsung dinaikan ke mobil. Beberapa saat kemudian ia tak sadarkan diri.

Setelah menempuh perjalanan cukup jauh IRM mulai siuman. Ia kaget karena di atas mobil ada empat lelaki asing dan berada di tempat yang asing baginya.

‘’Suasannya sepi. Di sekitarnya banyak pohon-pohon rimbun. Samar-samar saya mendengar keempat lelaki itu sedang berembuk,” paparnya.

Salah satu laki-laki di antaranya yang tadi bertanya pada IRM. Saat itu suasana mulai gelap.  Merasa nyawanya terancam, IRM pun langsung mengambil ponselnya dari dalam tas.

‘’Saya langsung mengabari orang tua sata dan mengabari kabar kalau saya diculik. Saat itu kami berada di hutan dan suasana sudah gelap,” katanya.

Usai mengabari orang tuanya, Irma langsung mencari cara untuk kabur. Namun melihat susana yang sudah gelap dan berada di tengah hutan IRM pun pasrah.

‘’Saya sempat mendengar obrolan keempat lekaki itu kalau kedua bola mata saya mau diambil dan akan dijual Rp 5 miliar,” ungkap IRM.

Gadis ini pun hanya bisa menangis, gelisah, cemas dan tidak tahu mau buat apa lagi. Sampai akhirnya ia dikeluarkan dari mobil. Tubuh lalu diikat di sebuah pohon.

‘’Saya diikat menggunakan tali pramuka. Setelah itu mereka pergi begitu saja,” ujar IRM dengan mata menerawang.

Tak laa kemudian, cerita IRM, tiba-tiba dia dihampiri seorang bocah perempuan. Entah dari mana asalnya. Bocah tersebut lalu membuka tali yang mengikat tubuhnya dan membantunya keluar dari hutan itu.

“Itu adik bilang arah jalan pulang terus saja. Kalau ada bambu kuning belok kanan. Setelah itu saya tidak melihat lagi anak kecil itu,” katanya.

Masih menurut pengakuan IRM, saat melewati tikungan dekat pohon bambu kuning, ia melihat banyak rumah. Ia lalu duduk diam termenung di pinghir jalan denga masih mengenakan seragam sekolah.

Tak lama kemudian datang ojek online menawarkan jasa untuk mengantarnya pulang. IRM akhirnya sampai di rumah orang tuanya dengan selamat.

“Sekitar jam sembilan malam saya sampai di rumah di antar tukang ojek online yang katanya ditemukan tak jauh dari pabrik roti di Jalan Poros Malino,” ungkap keluarga korban.

Peristiwa yang dialaminya itu sudah dilaporkan ke Polres Gowa.

Di mata para guru di tempat ia bersekolah, IRM dikenal sebagai murid yang cerdas. Dia juara kelas dan aktif dalam kegiatan organisasi sekolah.

“Itu murid terbaik saya, dia baik, pintar dan ranking satu di kelas. Hari ini (kemarin) tidak masuk sekolah. Saya prihatin juga dengan kondisinya,” ungkup guru yang tak mau disebut namanya.

Saat masih duduk di SMP MTS Al -Hidayah, IRM juga dikenal sebagai siswa berprestasi. Dia juga aktif di sebagai pengurus OSIS dan Paskibraka.  Prestasi dan aktif di organisasi sekolah bagi anak kedua dari lima bersaudara ini berlanjut sampai di SMK.

Sejak kejadian penculikan itu IRM tak pernah lagi masuk sekolah. Ia masih dalam pemulihan karena trauma dengan kejadian tersebut.

“Saya istirahat dulu di rumah. Kedua orang tua saya belum mengizinkan masuk sekolah. Saya diminta  istrahat dulu untuk pemulihan karena masih trauma,” ujar IRM.(andi/riel)

Pos terkait