Air Mulai Surut, Warga di Pinrang Mulai Bersih-bersih

Air mulai surut akibat banjir di Pinrang. Kesempatan ini dimanfaatkan warga untuk bersih-bersih rumah.(FOTO: RUSLAN)

INFOSULSEL.COM, PINRANG — Banjir yang melanda masyarakat Arassie, Kelurahan Samaturue, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) ejak Rabu (12/8/2020) pagi mulai surut. Warga kembali beraktifitas setelah pemukiman dan sawah mereka terendam banjir, Selasa (11/8/2020).

Surutnya air dimanfaatkan oleh warga untuk membersihkan rumah mereka. Arsyad, salah satu warga mengatakan air  mulai surut  di pemukiman warga. Namun daerah persawahan masih tergenang. Selain membersihkan rumah sebagian masyarakat memanfaatkan surutnya air untuk mencari ikan.

Meski air sudah surut namun tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang masih tetap disiagakan di posko banjir di kantor Lurah Samaturue. Satu perahu karet juga disiagakan.

“Air memang sudah mulai surut, namun anggota masih kami siagakan di posko banjir di Kelurahan Samaturue,” ujar Kepala BPBD Pinrang,  Matalatta kepada Ruslan, kontributor INFOSULSEL.COM, Rabu (12/8/2020).

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di Kabupaten Pinrang, dua hari terakhir Senin-Selasa (10-11/8/2020) mengakibatkan permukiman warga terendam. Lokasi banjir terparah terjadi di Kelurahan Samanturue, Kecamatan Tiroang. Ketinggian air antara 50 Cm sampai 1 meter. Ini menyebabkan sekitar 400-an rumah warga dan sawah yang ditumbuhi padi seluas 350 hektar terendam banjir.

“Banjir ini merupakan kiriman dari dua kabupaten, yakni Sidrap dan Enrekang. Tanggul Sungai Arsie kemudian jebol dan merendam permukiman warga sebelah barat. Sedangkan untuk banjir yang terjadi sebelah timur itu murni akibat luapan air dari sungai,” jelas Camat Tiroang, Muh Rusli.(lan/riel)

Sebagian masyarakat memanfaatkan surutnya air untuk mencari ikan.(FOTO: RUSLAN)

Pos terkait