Pengalaman Menangkan Kolom Kosong, ARA : APPI-Rahman Pantas Menang

Ketua DPC Partai Demokrat Adi Rasyid Ali diapit bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar Munafri Arifuddin (kanan) dan Abd rahman Bando (kiri).(DOK)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Panglima Sekretariat Barsama (Panser) Tim Pemenangan partai koalisi pasangan APPI-Rahman, Adi Rasyid Ali (ARA) mengatakan telah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) mendalam guna memenangkan pasangan Appi-Rahman di kontestasi Pilwalkot Makassar 2020.

Wakil Ketua DPRD Makassar menyatakan, kekalahan Munafri Arifuddin pada Pilwali 2018 lalu menjadi pengalaman berharga. Demokrat yang saat itu berada di kolom kosong berhasil memenangkan pertarungan. Sementara PPP ada di sisi Appi-Cicu.

Bacaan Lainnya

“Jadi koalisi partai kali ini adalah berasal dari dua ramuan masakan yang bersatu dalam satu wadah dalam tim pemenangan Appi-Rahman. Apa yg menjadi kekurangan di Pilwali 2018 kemarin kita sudah monitoring dan evaluasi,” tutur ARA di Kantor DPRD Kota Makassar, Senin (7/9/2020).

Ketua DPC Partai Demokrat Makassar ini mengaku, saat ini tim pemenangan tengah fokus konsolidasi hingga ke akar rumput. Bagaimana menyatukan relawan dan simpatisan untuk bekerja bersama memenangkan kontestasi.

“Tim pemenangan sangat terstruktur.  Ada Solihin Kalla. Kita full tim. Meskipun Pak Erwin tengah isolasi mandiri, tidak menyurutkan semangat kami untuk berjuang. Intinya kita harus saling melengkapi, menjaga kekompakaan, kebersamaan, dan kepercayaan,” tegas Ketua Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel ini.

Sementara itu, kampanye politik Appi-Rahman akan menerapkan sistem tatap muka dan virtual. Menurut ARA, komposisinya 50:50 antara tatap muka dan digital.

“Kampanye virtual akan kita terapkan. Kita akan 50 persen virtual dan tatap muka. Karena tidak semua warga melek digital. Bertatap muka jauh lebih nyaman dalam penyampaian gagasan. Namun tetap mengacu pada  protokol kesehatan. Kita sudah buktikan saat pendaftaran kemarin, Appi-Rahman yang paling tertib menjalankan protokol kesehatan,” pungkas Ketua Pengda Indonesia Off-road (IOF) itu. (andi/riel)

Pos terkait