Penuhi Berkas di Pilwakot Jangan Senang Dulu, Potensi Tercoret Sebagai Peserta Masih Ada!

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Usai mendaftarkan diri, 4 bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Makassar dinyatakan telah memenuhi syarat berkas pencalonan sebagai bakal calon peserta di Pilwakot Makassar 2020.

Ke4 Para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar resmi merdaftarkan diri diantaranya, Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman) Syamsu Rizal-dr Fadli Ananda (Dilan), Irman Yasin Limpo-Zunnun (Imun), Danny Poamnto-Fatmawati Rusdi (Adama).

Bacaan Lainnya

Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar mengatakan, semua ke4 calon yang usai mendaftarkan diri memenuhi syarat pendaftaran.

“Wajib lengkap dan wajib memenuhi syarat, ke4 bakal calon kami periksa persyatan pencalonannya itu lengkap dan memenuhi syarat,” kata anggota KPU Kota Makassar Gunawan Mashar, Minggu (6/9/2020).

“Hanya saja pemenuhan syaratnya memang berdasarkan regulasi, tahapannya adalah nnti dicek absahnya itu disaat verifikasi dan penelitian dokumen sehingga, di saat penelitian dokumen disitu kami periksa misalnya ada mesti diperbaiki pada tahapan perbaikan, setelah ada perbaikan lalu kemudian diverifikasi kembali hingga akhirnya diabsah hingga penetapan peserta Pilwakot Makassar,” sambungnya.

Gunawan Mashar menyebutkan, berkas yang syaratkan KPU kepada para peserta Pilkada Makassar bisa diakses lewat website resmi KPU.

“Semua dokumen-dokumen yang dibawa calon itu akan kami upload di Website KPU, dan itu bisa dibuka,” tutupnya.

Paslon Masih Bisa Tercoret dari Kontestasi

Tahapan pendaftaran Bakal Pasangan Calon Pilkada di seluruh Indonesia berakhir pada Minggu, 6 September 2020, hari ini. Namun ternyata, hal itu tak membuat Paslon bisa melenggang bebas menuju penetapan calon.

Ternyata, masih ada faktor yang membuat mereka harus gigit jari dan didiskualifikasi oleh KPU sebelum penetapan calon pada tanggal 23 September 2020 mendatang.

Direktur Lembaga Konsultan Politik, Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus mengurai faktor-faktor itu yang disebutnya bisa menggagalkan pencalonan yang telah dinyatakan lolos berkas oleh KPU. Mantan Ketua KPU Makassar ini menyebut ada tiga faktor hingga pencalonan tak bisa berlanjut.

“Pertama, dia berhalangan tetap. Dalam PKPU No. 1/2020 tentang perubahan PKPU No. 3/2017, berhalangan tetap itu berarti dia secara fisik tak bisa lagi mengikuti tahapan Pilkada, di dalammya termasuk jika salah satu paslon meninggal dunia,” ujarnya ketika dihubungi dari Bulukumba, malam ini.

Kedua kata akademisi berlatarbelakang manajemen ini, ketika seorang calon terkena pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. “Jika dia dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap dia langsung gugur,” ujarnya.

Faktor terakhir adalah jika sang calon tidak lolos kesehatan yang digelar oleh tim dokter yang ditunjuk KPU.

“Tahapan pemeriksaan kesehatan yang akan dimulai, Senin 6 September 2020, akan sangat krusial karena bisa menggagalkan kandidat. Jika tim dokter menyatakan seorang calon secara kesehatan tak bisa memimpin daerahnya, maka tim akan merekomendasikan seorang calon didiskualifikasi,” tambahnya.

Namun, meski seorang calon tak lolos dari tiga faktor itu, pencalonan tetap bisa dilanjutkan. “KPU akan meminta kepada partai politik pengusung untuk mengganti salah satu atau seluruh Paslon yang diusungnya dalam masa perbaikan,” tutupnya. (iksan)

Pos terkait