Pasca Dikecam Umat Islam, Prancis Langsung Reformasi Keamanan

Presiden Prancis, Emanuel Macron

INFOSULSEL.COM, INTERNASIONAL – Prancis tampaknya mulai was was pasca mendapat kecaman dari umat Islam dari berbagai negara. Kekhawatiran Prancis ini terlihat dari kebijakan dadakan yang dibuat oleh Presiden Emmanuel Macron, baru-baru ini.

Macron mengumumkan jika Prancis harus segera melakukan reformasi di sektor keamanan, khususnya terhadap akses keluar masuk di perbatasan negara.

Bacaan Lainnya

Macron menyebut jika keamanan di perbatasan teritorial harus dilipatgandakan, terlebih untuk aktivitas perlintasan di Uni Eropa.

Dikutip dari bbc.com, Selasa (10/11/2020), Macron mengatakan perjanjian Schengen Uni Eropa, yang memungkinkan orang untuk melintasi perbatasan dengan bebas, mungkin perlu direformasi.

Selain karena menguatnya kecaman dan gerakan anti produk Prancis, alasan lain menguat jika disebabkan dengan Serangan pisau di Kota Nice akhir pekan lalu yang menewaskan tiga orang.

Ini merupakan dugaan serangan kedua kelompok ektrim kanan di Prancis dalam satu bulan terakhir.

Peringatan keamanan Prancis saat ini berada pada taraf tertinggi. Ribuan serdadu disebar untuk melindungi tempat-tempat ibadah dan sekolah, sejak kasus pemenggalan kepala seorang guru Samuel Paty yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya

Meski demikian, Macron di berbagai kesempatan selalu menegaskan jika sikapnya terhadap kelompok Muslim bukan didasari pada diskiminasi terhadap Islam, namun lebih pada bentuk penanganan potensi menjamurnya Ekstrimisme Islam.

“Saya tidak akan membiarkan siapapun, bahwa Prancis, atau pemerintahannya, mendorong rasisme terhadap Muslim,” katanya dalam sebuah surat kepada editor. (nw)

Pos terkait