INFOSULSEL.COM, MAROS | Komitmen nyata dalam mendukung langkah adaptasi perubahan iklim berbasis potensi lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin (Unhas). Bertempat di Aula Kantor Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sabtu (25/7/2026). Mereka menggelar pelatihan sekaligus praktik langsung pembuatan ‘spray’ anti-nyamuk alami serta pengolahan pupuk kompos berbasis kotoran sapi.
Acara dihadiri Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar bersama Sekretaris Desa, jajaran perangkat desa, pengurus PKK, serta perwakilan warga dari berbagai dusun. Pelatihan ini dirancang untuk membuka wawasan masyarakat agar mampu mengolah bahan-bahan sederhana di sekitar pemukiman menjadi produk yang ramah lingkungan, bernilai ekonomis, serta berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.
Sesi pertama dibuka oleh Andi Syafikah Satirah Ardianti, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas. Di hadapan warga, ia memperagakan langkah demi langkah pembuatan obat nyamuk semprot berbahan dasar serai, cuka, dan bahan alami pendukung lainnya sebagai alternatif perlindungan diri yang aman dari bahan kimia sintetis.
Selain mempraktikkan proses peracikannya, Andi Syafikah juga menekankan pentingnya beralih ke produk herbal demi meminimalkan pemaparan zat kimia di lingkungan rumah tangga, khususnya untuk melindungi kesehatan anak-anak.
“Inovasi ini sangat segar dan memberi manfaat langsung bagi warga kami. Formulasi obat nyamuk alami ini jauh lebih aman digunakan, terutama untuk anak-anak. Kami sangat berharap warga bisa mempraktikkannya secara mandiri di rumah,” tuturnya.
Perwakilan TP PKK, Hasmiati memberi saran konstruktif agar aroma produk ramuan tersebut semakin diminati masyarakat. “Produk ini amat bermanfaat, hanya saja aroma cukanya masih sedikit tajam. Mungkin bisa dikurangi sedikit dan porsi serainya ditambah agar menghasilkan aroma yang lebih segar tanpa mengurangi keampuhannya,” usulnya.
Lewat pengabdian ini, para mahasiswa KKN Tematik 116 Perubahan Iklim Unhas berharap transfer pengetahuan ini tidak berhenti sebagai wawasan semata, melainkan betul-betul diterapkan oleh masyarakat. Langkah sederhana berbasis daya lokal ini diharapkan menjadi pijakan bersama dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri, sehat, produktif, serta tangguh menghadapi dampak perubahan iklim secara berkelanjutan. (rls)




