INFOSULSEL.COM, SIDRAP | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengadakan edukasi kesehatan bertema “SIGAP ANEMIA: Sinergi Gerakan Edukasi, Aksi Preventif Cegah Anemia pada Remaja Putri” di SMA Negeri 7 Sidrap, Kelurahan Ponrangae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja putri mengenai anemia sekaligus mendorong penerapan langkah-langkah pencegahan sejak usia sekolah.
Program tersebut dipandu oleh Alifa Iqramia, mahasiswa Fakultas Farmasi yang sedang menjalankan KKN-PK Angkatan 69 di Kelurahan Ponrangae.
Menurutnya, remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. “Oleh karena itu, edukasi sejak dini menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mencegah terjadinya anemia,” jelas Alifa.
Pada sesi penyuluhan tesebut peserta memperoleh penjelasan mengenai pengertian anemia, klasifikasi anemia, faktor-faktor penyebab, serta dampaknya terhadap kesehatan. Materi juga membahas berbagai tanda yang perlu dikenali. Seperti tubuh mudah lemas, pusing, wajah pucat, sesak napas saat beraktivitas, hingga menurunnya konsentrasi belajar.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa anemia dapat memengaruhi kebugaran fisik dan performa akademik apabila tidak dicegah maupun ditangani dengan baik.
“Kami ingin para siswi memahami bahwa anemia bukan sekadar rasa lelah biasa. Dengan pengetahuan yang cukup, mereka dapat mengenali gejalanya lebih awal dan menerapkan langkah-langkah pencegahan agar tetap sehat dan produktif,” tutur Alifa.
Penyampaian materi dikemas secara komunikatif melalui presentasi interaktif yang diikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diajak memahami berbagai penyebab anemia. Mulai dari kurangnya asupan zat besi, kekurangan vitamin B12 dan asam folat, kehilangan darah, hingga kondisi penyakit tertentu yang dapat memengaruhi pembentukan sel darah merah.
Tidak hanya membahas penyebab dan gejala, mahasiswa KKN-PK juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang sebagai strategi utama dalam mencegah anemia. Para siswi diimbau untuk mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, vitamin B12, dan asam folat agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi dan proses pembentukan sel darah merah dapat berlangsung secara optimal.
“Semoga informasi yang diperoleh hari ini tidak berhenti di ruang kelas. Kami berharap peserta dapat menerapkan pola hidup sehat dan turut menyampaikan pengetahuan tentang pencegahan anemia kepada teman maupun anggota keluarganya,” tambah Alifa.
Melalui pelaksanaan program SIGAP ANEMIA, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sehingga risiko anemia pada remaja dapat ditekan dan lahir generasi yang lebih sehat, aktif, serta berprestasi.(rls)





