Duel ini sarat gengsi. Andini adalah tumpuan medali Sulsel di sektor putri. Melawan petinju Papua yang terkenal punya daya tahan dan pukulan liar, Andini dituntut tampil cerdas. Tidak meladeni adu bogem, tapi bermain jarak dan poin. Kemenangan Andini akan menjadi suntikan moral luar biasa bagi tim putri selain Hindriawati Haer di kelas 60 Kg elite putri yang akan naik ring di hari berikutnya. Lawan yang akan dihadapi juga di partai semi final adalah wakil Jawa Barat, Jollisia Lula Isikawar.
Sorotan paling brutal ada di akhir sesi. Bout 51 kelas Men’s Cruiser 86 Kg. Otto Gesler, monster Sulsel di sudut Biru, akan naik ring sebagai penutup. Lawannya, Abdullah Mansyur Sagala dari Riau. Petinju dengan postur jangkung dan jangkauan panjang.
Otto tidak punya pilihan lain selain menang KO. Di kelas berat, juri jarang memberi angka untuk petinju yang bermain aman. Otto yang dikenal punya hook keras di kedua kepalan tangan kiri dan kanannya yang sangat mematikan, harus bisa merobohkan pertahanan Riau sebelum bel terakhir. Satu pukulan bersih bisa mengubah segalanya.
Bersamaan dengan Otto, di Bout 50, ada nama Sandyarto Faroza dari DKI yang juga masuk dalam radar pantauan pealatih Sulsel, Dufri Masihor. Meski bukan wakil Sulsel, pertarungan Cruiser 86 Kg ini akan menentukan peta kekuatan kelas berat yang akan dihadapi Otto di partai puncak.
Secara keseluruhan, Rabu ini adalah Rabu-nya Sulsel. Tiga partai, tiga kelas berbeda. Satu misi yang sama: menang dan tetap hidup di Kejurnas. Tim pelatih Sulsel dipimpin Dufri Masihor dipastikan memutar otak. Membagi corner-man agar bisa mendampingi ketiganya secara maksimal dalam dua sesi berbeda.
Jika ketiga-tiganya lolos, Sulsel akan mengirim sinyal keras ke seluruh provinsi: bahwa pembinaan tinju di Kota Daeng tidak pernah mati. Ring sudah siap. Bel sudah diuji. Kini tinggal menunggu apakah Andini, Izack, dan Otto mampu menjawab tantangan dengan kepalan tinju mereka.(riel)






