INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif, mengatakan, fasilitas rumah tinggal dan konsumsi pengungsi Rohingya di Sulsel tidak menggunakan dana APBD maupun APBN.
Syahar menjelaskan, dari data yang ada, jumlah pengungsi asal Rohingya di Sulawesi Selatan sebanyak sekitar 200 orang, dan tersebar di beberapa titik.
“Yang terdata di sulsel sekitar 200 orang, mereka cari suaka dan tempat aman,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Senin (4/9).
Awalnya mereka diamankan oleh pihak imigrasi, yang kemudian dilaporkan pada UNHCR karena mereka adalah pengungsi yang mencari suaka.
UNHCR menurut Syahar kemudian mendata mereka dan mengirim datanya pada International Organization of Migration (IOM), untuk diberikan fasilitas dan bantuan.
“Kemudian melalui vendor lokal menempatkan tenpat yang berbaur dengan masyarakat, menyiapkan tempat tinggal dan makan. Itu semua murni menggunakan dana UNHCR dan IOM, tidak ada dari APBD dan APBN,” lanjutnya.
Para pengungsi itu kemudian diberi tempat untuk berbaur dengan masyarakat sekitar, termasuk mempelajari budaya setempat.
Menurutnya UNHCR sudah berkoordinasi dan menyerahkan data pengungsi tersebut pada pemerintah daerah. “Yang jelas mereka harus berbaur dengan masyarakat dan tidak membawa bahaya untuk masyarakat. Selama ia membaur dan baik pada masyarakat, itu tidak jadi soal. Dan selama beberapa tahun di sini, mereka baik-baik saja,” pungkasnya.
Penulis : Egan
Editor : Anwar





