NA Tantang Demokrat Usung Poros Baru

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Konstalasi Pilgub Sulsel 2018 semakin menghangat. Dari kubu Nurdin Abdullah, harapan untuk mengendari Partai Demokrat, belum kesampaian. 

Pasca mendapat usangan dari PDIP “The Proffessor”,  melontarkan tantangan agar Demokrat membentuk poros baru. “Saya harap Partai Demokrat juga membentuk poros baru. Supaya banyak pilihan dalam Pilgub Sulsel nanti, ” ucap NA saat bertandang ke DPD Gerindra Sulsel, belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Perubahan sikap NA ini memunculkan spekulasi. Menanggapi hal tersebut, Pakar politik Univeritas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla berpendapat perkembangan arah dukungan parpol saat ini sangat dinamis. Ia menilai langkah PDIP yang mengusung NA akan membuat partai lain di luar non parlemen bisa berbalik arah.

Bahkan kata dia, poros baru yang akan digagas Demokrat dan Hanura akan menjadi penantang atau ancaman bagi figur lain. Lebih khusus ancaman bagi NA yang selama ini mendengungkan akan mengendarai Demokrat di Pilgub Sulsel.

“Kalau Demokrat membuat poros tengah, ini bisa jadi ancaman bagi NA. Ruang gerak NA untuk dapat Demokrat semakin sempit,” ujar Adi Suryadi Culla, Kamis (19/10/2017).

Menurutnya, statement NA yang ingin menantang poros baru Demokrat bisa jadi senjata bagi pengurus partai Demokrat sehingga melakukan perlawanan dengan mengusung figur yang menjadi lawan NA.

“Jika terjadi poros baru, ini ancaman serius bagi NA. Sebab posisi baru menjadi posisi tawar bagi parpol lain untuk bargaining politik,” kata akademis Unhas itu.

Partai Demokrat memang belum menentukan sikap terkait arah dukungan di Pilgub Sulsel. Ketua DPW Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah juga belum mau menyebut arah dukungan partainya.

‘’Soal itu, DPP yang menentukan. Kami masih menunggu putusan dari pusat,” ujar Ulla, sapanya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Partai Demokrat Sulsel Selle KS Dalle menjelaskan partainya masih mencermati dinamika politik Pilgub yang berkembang, sebelum Majelis Tinggi mengambil keputusan final.

“Keputusan mengusung kandidat di Pilgub Sulsel memerlukan kecermatan. Perlu juga  diperhatikan berkembangan politik,” katanya.

 

Penulis : Aril

Pos terkait