Ismunandar : Kualitas Pendidikan Jangan Tergantung Anggaran

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Sekretariat DPRD Kota Makassar menggelar diskusi publik bertema “Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pendidikan di Kota Makassar”, di Hotel Continent Makassar, Rabu (18/10/2017).

Hadir Sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Ismunandar, Anggota Komisi D DPRD Makassar, Melani Mustari (F-Golkar) dan akademisi Prof Basri Wello.

Kepala Disdik Makassar, Ismunandar menyampaikan bahwa UU mengatur bahwa anggaran pendidikan di Indonesia idealnya 20% dari APBD, namun kenyataan di lapangan jumlah tersebut tercukupi setelah digabung dengan sejumlah SKPD yang masih terkait dengan dunia pendidikan.

“Sebisa mungkin dalam peningkatan kualitas pendidikan, jangan bergantung dengan anggaran, tapi harus ada pemberdayaan/keterlibatan masyarakat juga. Yang terpenting adalah pendidikan di lingkup keluarga,” terangnya.

Menurut Ismunandar, Makassar telah melahirkan kebijakan pendidikan yang berbasis kearifan lokal, yakni 18 Revolusi Pendidikan. Salah satu targetnya menciptakan pendidikan karakter dalam rangka melahirkan anak -anak cerdas, berakhlak dan memiliki integritas.

Sementara Anggota DPRD Makassar, Melani Mustari menegaskan, peranan dari legislatif pun tentunya dibutuhkan dalam hal peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Makassar. “Saya selaku legislator yang membidangi langsung masalah pendidikan selalu mendukung apapun jika terkait persoalan pendidikan kita di Makassar. Baik dari sisi regulasi, pengawasan dan penganggaran,” terang anggota Komisi D DPRD Makassar ini.

Menurutnya, kualitas pendidikan jangan hanya dilihat dari sekolah yang ditempati, sebab yang paling menentukan kualitas anak didik adalah orang tua itu sendiri.

“Jadi bukan dimana kita sekolah yang menentukan apakah kita berhasil atau tidak. Orang tua harus paham bahwa sekolah favorit yang menentukan kualitas siswanya, tapi orang tualah yang paling berperan, pendidikan dalam keluarga yang terpenting,” terangnya.

Politisi Golkar ini juga menyampaikan jika ada keluhan atau persoalan terkait persoalan pendidikan yang didapati maayarakat, maka jangan segan untuk mengadukannya langsung.

“Kalau ada yang tidak sesuai, silahkan laporkan kepada kami. Bisa lewat aplikasi A’JAMMA atau datang langsung. Kami siap tindaklanjuti jika itu persoalan tidak diselesaikan oleh Dinas terkait, itu sudah tugas kami,” kuncinya.

Sementara, Prof Basri Wello, dalam pemaparannya hanya menyampaikan bahwa seluruh stakeholder yang terlibat dalam dunia pendidikan harus terbuka. “Kunci keberhasilan pendidikan kita, ada 3. Yakni keterbukaan, partisipasi dan akuntabilitas. Semua harus terlibat, mulai peserta didik, orang tua, pihak sekolah, legislatif dan pemerintah,” bebernya.

Menurutnya, kenapa semua harus dilibatkan sebab bisa jadi salah satu dari mereka lebih tahu bagaimana membangun sebuah sistem pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya sebuah akreditasi. Pasalnya dengan menjadikan akreditasi sebagai indikator, maka itu menunjukkan jika sebuah institusi pendidikan selalu berusaha mencapai standar maksimal.

 

 

Penulis : Wawan

Editor : Aril

 

Pos terkait