INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Jauh sebelum sejumlah parpol menyerahkan rekomendasi ke Appi-Cicu, sejumlah politisi dari berbagai parpol begitu lengket kepada Moh Ramdhan Pomanto.
Para politisi bergantian memastikan rekomendasi tak akan lari ke calon lain. Konon ada yang sudah memperlihatkan rekomendasi ke Danny Pomanto. Tapi dalam bentuk foto lewat telepon genggam sang politisi.
Untuk lebih meyakinkan, sang petahana dibekali surat tugas. Kepada media pun para politisi seakan satu suara, ‘tinggal tunggu waktu’, saat ditanya awak media kapan penyerahan rekomendasi dilakukan.
Namun janji-janji itu tak terealisasi. Hingga pada hari mendaftaran baru Partai Demokrat yang komitmen. Bukan surat tugas yang diterima Danny Pomanto. Partai berlambang mercy ini langsung memberikan rekomendasi di Kantor DPP Demokrat di Jakarta yang diserahkan langsung oleh Sekjennya, Hinca Panjaitan. Penyerahan itu disaksikan pula Ketua DPC partai Demokrat kota Makassar, Adi Rasyid Ali.
Usai Demokrat, PPP pun menyusul. Hingga kini dua parpol itu yang konsekwen. Danny Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari lalu memutuskan maju lewat jalur perseorangan.
Pasca pendaftaran itu berbagai manuver dilakukan para politisi, demi menjaga harga diri. Maju lewat jalur independen dijadikan alasan sejumlah parpol mengalihkan dukungannya ke calon lain.
Jika banyak partai mengingkari janjinya tidak demikian bagi Partai Demokrat. Partai yang memperoleh tujuh kursi di DPRD Makassar ini tetap mengusung pasangan DIAmi di Pilwali Makassar 2018,
‘’Partai Demokrat punya pendirian dan akan setia hingga akhir. Loyalitas kami terukur. Kami partai pengusung Danny Pomanto sejak awal maju 2013 lalu. Dan sampai saat ini pun komitmen kami tidak akan pernah berubah,’’ tegas Ketua DPC Partai Demokrat, Adi Rasyid Ali, Minggu (17/12/2017) malam.
Wakil Ketua DPRD Makasar ini menegaskan, meskipun semua partai meninggalkan pasangan DIAmi, partai yang dipimpin Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini tak akan ikut-ikutan berpaling ke lain hati.
Petinggi partai Demokrat punya alasan kuat mengusung Danny Pomanto di periode keduanya ini. Itu karena prestasi yang ditorehkan walikota berlatar belakang arsitek itu sangat jelas.
‘’Di tangan Danny Pomanto kemajuan kota Makassar sangat pesat. Sebagai warga kota Makassar itu harus kita akui. Apalagi ratusan penghargaan juga telah ditorehkan. Tidak hanya pada level nasional namun juga negara-negara lain di luar sana,” ujar ARA.
Terkait banyak parpol yang selama ini memberi janji dan pada akhirnya berpindah ke calon lain dengan alasan DIAmi maju lewat jalur perseorangan, menurut ARA, itu hak masing-masing parpol.
“Demokrat tak akan terpengaruh. Bagi saya jalur perseorangan bukanlah sesuatu yang diharamkan di alam demokrasi. Itu sah-sah saja. Dan, Demokrat tetap pada pendiriannya,” tegas Ketua Pertina Sulsel ini.
ARA mengungkapkan, sejak awal ia sudah memprediksi jika parpol-parpol yang selama ini menjanjikan rekomendasi akan mengalihkan dukungannya.
“Karena itu Demokrat menyarankan Danny Pomanto maju lewat jalur perseorangan dari pada berharap sesuatu yang tidak pasti,’’ ungkap ARA.
Penulis : Asri Syahril





