Cinta Ditolak, Amarah Memuncak, Korban Bunuh Lalu Diperkosa

Muhtar alias Utta, pelaku pembunuhan Martina mahasiswa UKI Toraja.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Seorang taruna Pelayaran Barombong diciduk polisi. Persoalannya, bukan sepele. Gegara ia membunuh seorang gadis cantik asal Tana Toraja yang menolak cintanya.

Sadisnya lagi tak puas membunuh korbannya, gadis bernama Martina Marni yang sudah tak bernyawa itu lalu diperkosa.  Usai melampiaskan nafsu bejadnya korban yang masih terdaftar sebagai mahasiswi semester tujuh Jurusan Bahasa Inggris Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja itu  dibuang di semak-semak tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Tampo, Kecamatan Mangkendek, Tana Toraja.

Korban tewas akibat ditusuk benda tajam. Saat ditemukan di tubuh korban terdapat sembilan luka  tusuk.  Mayat korban ditemukan warga pada Selasa (19/12/2017) malam.

Polisi melakukan penyelidikan. Hanya empat hari pelaku akhirnya terungkap. Ia bernama Putra alias Utta. Usianya masih terbilang muda, 19 tahun. Ia ditangkap Tim Khusus Polda Sulsel, Sabtu (23/12/17), di Jalan Poermandian Alam Barombong, kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate.

Sehari-hari  remaja asal Kampung Gentengan, Desa Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek, Tanah Toraja ini bersatatsu sebagai taruna di BP2IP Barombong Makassar.  Ia ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor : LP/3025/XII/2017/SPKT Toraja tanggal 20 Desember 2017 tentang tindak Pidana Pembunuhan.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polisi Daerah  (Polda) Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Pol. Dicky Sondani, tersangka dibekuk berdasarkan koordinasi dengan Reserse Kriminal (Reskrim) Polisi Resort (Polres)  tana Toraja.

“Timsus Polda Sulsel ikut melakukan penyelidikan. Dan diperoleh info bahwa yang diduga pelaku berada di sekitar Kompleks Pelayaran Barombong. Di sana tersangka ditangkap  tanpa perlawanan,” jelas Kombes Dicky.

Di depan polisi tersangka mengakui perbuatannya. Ia mengaku  menghabisi korban karena sakit hati cintanya ditolak. Usai melakukan aksi bejadnya, korban dibuang di semak-semak tak jauh dari kampung korban.

Sadisnya, sebelum korban yang sudah tak bernyawa itu dibuang di semak-semak, tersangka terlebih dahulu melampiaskan nafsu bejadnya.

Muhtar yang bercita-cita menjadi pelaut ulung,  pupus sudah akibat nafsu bejad yang merasuki otaknya tak mampu ia tahan.  Kini ia  harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya itu.

 

Penulis : Asri Syahril

 

Pos terkait