Dugaan Penggelapan Dana Rp 14 Miliar dan Aliran Dana Mencurigakan, Dua Perusahaan Agen LPG di Sulsel Bersengketa

Muh Ridwan Idrus, SH (pengacara) dan Sutopo (Dirut) memperlihatkan laporan polisi.(DOK)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Sektor distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Sulawesi Selatan sedang diterpa isu tak sedap menyangkut tata kelola internal perusahaan.

​Dua entitas bisnis yang beroperasi di wilayah tersebut, PT Migas Jaya Utama di Bantaeng dan PT Berkah Madani Lontara di Jeneponto, tengah terjerat polemik dugaan pelanggaran transparansi keuangan.

​Persoalan utama bersumber dari tidak tersampaikannya laporan pertanggungjawaban pengelolaan bisnis serta absennya pembagian sisa hasil usaha (SHU) atau dividen bagi pemegang saham.

​Kasus ini mulai mencuat ke permukaan setelah manajemen menyisir dokumen transaksi serta audit internal dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

​Direktur Utama PT Migas Jaya Utama, Sutopo, mengungkapkan audit internal periode 2019-2022 menemukan aliran dana tak wajar sebesar Rp7,543 miliar dari rekening perusahaan tanpa disertai bukti penggunaannya.

​Selain itu, terdeteksi pula transaksi pencairan fasilitas kredit perbankan senilai Rp2 miliar melalui Bank BRI yang status pertanggungjawabannya masih gelap.

​Sutopo membeberkan bahwa seluruh kendali rekening operasional perusahaan pada periode tersebut dipegang penuh oleh Saifullah selaku direktur yang menjabat saat itu.

​Kredit Rp2 miliar tersebut awalnya diajukan sebagai modal pembentukan unit usaha baru di Kabupaten Gowa, namun pengoperasiannya justru diduga didaftarkan atas nama pihak lain tanpa menyertakan porsi kepemilikan pendiri awal.

​Kondisi serupa dialami PT Berkah Madani Lontara yang berbasis di Jeneponto dan bergerak sebagai agen resmi penyalur LPG 3 kilogram.

​Berdasarkan Akta Perubahan RUPS Nomor 19 tertanggal 18 Maret 2019, Sukendro tercatat resmi memegang porsi saham mayoritas sebesar 60 persen.

​Akan tetapi, sejak perusahaan beroperasi, Sukendro dilaporkan sama sekali belum pernah mengantongi hak dividen maupun menerima salinan laporan keuangan berkala.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan