INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Diduga takut suaminya kehilangan jabatan, Haslina Said Daeng Caya, istri M Thahir Rasyid, Camat Panakkukang rela menebar isu SARA saat mengkampanyekan salah satu calon walikota Makassar.
Ya, cara istri Aparatur Sipil Negara (ASN) ini memang kelewat batas. Sebab, caranya mensosialisasikan salah satu paslon dilakukan dengan cara-cara yang tidak beradab, yakni menyinggung isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan ujaran kebencian.
Guru Besar sekaligus sosilog dari Universitas Indonesia, Tamrin Tomagola dalam sebuah diskusi belum lama ini mengakui keadaan demokrasi dan politik saat ini memang sangat menyakitkan dan sudah tidak beradab. Sebab, banyak isu SARA dan ujaran kebencian yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Isu SARA dimanfaatkan dan dibawa-bawa ke politik. Ini cara-cara yang tidak beradab,” tegas Thamrin pada diskusi Focus Group Discussion dengan tema ‘Mekanisme Penyelenggaraan Pilkada 2018 dan Pileg, Pilpres 2019 Secara Demokratis’.
Gaya kampanye istri camat Panakkukang yang sebelumnya dikenal loyal kepada Walikota Makassar periode 2015-2019, Ir Moh Ramdhan Pomanto, ini viral di media sosial.
Pada video tersebut sambil Haslina bak seorang politisi ulung mengarahkan puluhan kaum perempuan untuk memilih nomor urut tertentu di Pilwali Makassar.
Acara buka puasa itu diduga berlangsung di salah satu rumah tokoh masyarakat di Kelurahan Pampang. Haslina ternyata tidak menyadari bahwa cara kotor yang ia lakukan sesungguhnya tidak disukai oleh warga. Ia juga tidak menyadari kalau kampanye yang dibumbui isu SARA dan ujaran kebencian itu direkam oleh warga yang tidak setuju dengan cara istri Camat Panakkukang ini.
‘’Ini ibu camat ajari kami cara-cara yang tidak baik. Sebagai istri pejabat seharusnya dialah yang memberi contoh dan mengajari warga untuk menghindari isu-isu SARA dan ujaran kebencian. Ini malah dia yang mengajari kami,” cetus salah satu ibu rumah tangga yang mengaku bernama Hj Habiba (53) ini.
Warga lainnya malah menyebut Haslina manusia penjilat yang ketakutan suaminya kehilangan jabatan.
‘’Dasar penjilat. Takutnya mi suaminya kehilangan jabatan. Mau-maunya singgung-singgung agama lain. Apa dia tidak sadar kalau yang dia lakukan itu salah?” tanya Rahma, ibu rumah tangga yang mengaku sempat diundang tapi ogah hadir ini.
“Tujuan istri camat ini untuk kepentingan pribadinya. Saya yakin dial lakukan ini untuk menyelamatkan jabatan suaminya. Pengecut namanya itu. Tapi yakinlan kami tidak akan terpengaruh. Sebab kami sudah punya pilihan,” timpal Raodah, ibu rumah tangga lainnya yang merasa tidak simpati dengan cara istri camat Panakkukang ini .
Rekaman video berdurasi 1,37 menit ini beredar di media sosial sejak Kamis (24/6/2018). Dalam rekaman video itu secara jelas Haslinah yang mengenakan hijab merah maron duduk melantai berbicara menggunakan microphone di depan puluhan warga yang didominasi kaum perempuan.
Wanita ini secara tegas-mengarahkan masyarakat untuk memilih paslon tertentu di Pilwalkot Makassar. Ironisnya Haslina juga memprovokasi warga dengan isu SARA.
‘’Jika ingin yang muslim coblos nomor satu. Kita lengserkan non muslim,” begitu penegasan wanita yang gemar mengumbar kemesraan dengan suaminya di depan umum ini.
Ini antara lain kalimat Haslina dalam video yang tersebar di dunia maya itu.
‘’Tanggal 27 nanti kita ada pesta demokrasi yaitu pemilihan wali kota. Perlu dicatat, ini pemilihan wali kota, bukan pemilihan kotak kosong. Tapi saya tidak kampanye, ya. Saya cuma menyampaikan pemilihan wali kota bukan pemilihan kotak kosong,” katanya.
‘’Calon walikota kita calon tunggal. Jadi ibu-ibu bisa mengetahui kemana arahnya. Makassar kita ke depan yang bisa memabwa kita, membawa khusunya pampang kearah yang lebih baik. Karena sepengatahuan saya Pampang ini sudah beberapa periode dipimpin oleh orang yang non muslim,” ungkap Haslina.
“Oleh karena itu, saya berharap kalau mau mendapatkan pemimpin yang baik, coblos nomor satu. Saya janji, kalau ibu-ibu mau lurahnya muslim, coblos nomor satu. Kita lengserkan yang non muslim,’’ ancam Haslina.
Video ini pertama diunggah oleh akun facebook bernama Asmira Kasim. Sontak mendapat komentar dari sejumlah warga net. Salah satunya akun Ria Lalang yang geram dengan ulah istri sang camat Panakkukang ini.
“Berarti yg non muslim jgn pilih no 1 ya,’’ tanya akun Ria Lallang dengan nada geram.
Ulah Haslina ini juga mendapat kecamatan keras dari Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) kota Makassar.
‘’Kami mengecam tindakan istri Camat Panakkukang yang tidak menghargai nilai-nilai pluralisme di Indonesia, khususnya di Makassar. Apa yang dilakukan istri Camat Panakkukang itu sangat bertentangan dengan ideologi bangsa Indoensia, yakni Pancasila,” tegas Ketua SAPMA PP kota Maklassar, Hasrul Kahar, SH. MH.
Kepada pihak berwenang Aroel, sapaan aktivis yang dikenal vokal ini meminta kepada aparat kepolisian menindak tegas orang-orang yang mendiskriminasikan masyarakat dengan SARA.
‘’Istri Camat Panakukang ini harus ditangkap karna mengkampanyekan paslon tertentu dengan isu SARA dan ujaran kebencian,” tegas Aroel.
Kepada masyarakat kota Makassar Aroel mengimbau untuk berhati mensosialisasikan paslonnya agar jangan sampai kejadian istri camat Panakukang terulang.
Penulis : Asri Syahril





