INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan hasil Ujian Nasional tingkat SMP/Mts se-Indonesia. Secara keseluruhan, terjadi penurunan nilai rata-rata hasil ujian nasional. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy juga memgakui hal ini.
Salah satu faktor penyebab nilai rata-rata UN turun karena adanya metode baru pengerjaan soal yaitu sistem High Order Thinking Skills (HOTS).
Hal itu diakui Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad. Pelaksanaan UN yang mulai menekankan penggunaan komputer juga ikut mempengaruhi.
“Biasanya kalau sudah berbasis komputer, integritasnya tinggi, tapi nilai ujiannya cenderung mengalami penurunan. Selain integritas, juga masalah psikologis siswa yang siap atau tidak mengerjakan soal berbasis komputer. Terakhir mulai adanya pengenalan soal berbasis HOTS,” jelas Setiawan, Senin (28/5/2018).
Mengenai HOTS yang menjadi salah satu faktor penurunan nilai ujian, kata Setiawan, sebenarnya bukan karena persoalan sulit atau tidaknya soal dengan menggunakan analisa. Namun karena persoalan waktu untuk membiasakan mereka memakai metode ini.
“Ada yang mengatakan, waktu yang menjadi kendala, selain itu metode ini belum terlalu siap karena kurang sosialisasi,” ujarnya
Ke depan, kata Setiawan, harus lebih banyak try out untuk mengerjakan soal-soal yang menggunakan analisa. Selain itu, peran guru khususnya dalam meningkatkan kompetensi juga dinilai mempengaruhi.
Sementara itu, panitia UN Disdik Sulsel, Basir menjelaskan secara keseluruhan, persentase penilaian UN tidak bisa dihitung. Alasannya karena masih ada sekolah yang berbasis komputer dan ada yang Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
“Kita tidak bisa bicara persentase karena secara keseluruhan pelaksanaan UNBK belum 100 persen, namun jika berbicara integritas ini cukup bagus,” kata Basir.
Ia menambahkan, khusus pelaksanaan UNBK ada delapan daerah yang melaksanakan 100 persen yaitu Makassar, Bone, Pinrang, Palopo, Maros, Barru, Soppeng dan Luwu Timur. Di Sulsel sendiri, tahun lalu pelaksanaan UNBK masih sekitar 20 persen sedangkan tahun ini lebih baik diatas 60 persen.
Sementara itu, dari 24 Kabupaten yang melaksanakan UNBK, Basir menyebutkan ada lima kabupaten dan kota berhasil mendapat nilai rata-rata tertinggi, yaitu Soppeng dengan nilai rata-rata 212, kemudian Kabupaten Kepulauan Selayar dengan nilai 204, Bone nilainya 196, Enrekang 195 dan Makassar 194.
Penulis: Mirsan
Editor : Asril





