InfoSulsel.com, Makassar – Konfrensi pers terkait kasus begal sadis di Jalan Datuk Ribandang digelar di Mapolrestabes Makassar, Kamis (29/11/2018).
Dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo S.IK mengungkap kronologi penangkapan terhadap pelaku.
Ialah Firman alias Emmang (22) dan Aco alias Pengkong (21) telah diamankan di Mapolrestabes Makassar, tadi malam sekitar pukul 22.00 WITA oleh Sat Reskrim Polrestabes Makassar.
Kapolrestabes Makassar mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan anggota Jatanras Polrestabes Makassar dan Resmob Polda Sulsel di lapangan.
Dalam penyelidikannya, Emmang dan Pengkong merupakan tersangka utama yang bertindak sebagai joki dan yang menebas tangan korban.
“Emmang yang tebas tangan korban sedangkan Pengkong yang mengendarai sepeda motor”, ungkap Kapolrestabes Makassar.
Awalnya, Emmang dan Pengkong janjian dan bertemu di jalan Sabutung, kemudian Emmang mengajak Aco untuk pergi mencari mangsa.
Kemudian keduanya meminjam motor dan parang milik rekannya dengan alasan mau pergi ke pasar Lelong.
Selain dua tersangka utama, turut diamankan pula tiga orang yang terlibat dalam kasus ini.
“Kami juga mengamankan tiga orang, masing-masing Enal (19) pemilik parang, Ulla (18) pemilik sepeda motor dan Irman (37) yang membeli gawai korban senilai Rp.900.000,” ungkapnya.
Saat diboyong petugas, Aco berusaha melarikan diri sehingga polisi terpaksa menembak kedua kakinya.
Kini kelima tersangka ini akan ditahan di Mapolsek Tallo, untuk kedua tersangka utama dijerat pasal 365 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Selain para tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti yaitu 1 (satu) buah parang, 1 (satu) unit gawai, dan 1 (satu) unit sepeda motor yang digunakan tersangka.
Diakhir konferensi pers, Kapolrestabes Makassar menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung kinerja kepolisian khususnya Polrestabes Makassar dalam menangkap pelaku-pelaku begal.
“Untuk situasi di Kota Makassar, saat ini tetap kondusif”, tutup Kombes Pol Wahyu.
Penulis: Rhenno | Editor: Adriyan



