INFOSULSEL.COM, PANGKEP — – RZ, seorang bocah penyandang distabilitas yang sehari-hari hidup berjualan jalangkote di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menjadi korban bullying dan kekerasan dari salah seorang pemuda, Ahad (17/5/2020) sekitar pukul 17.30 Wita. Videonya viral di media sosial.
Bocah 12 tahun warga Jalan Batu Merah, Kelurahan Tala, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkaje’ne Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan (Sulsel) ini mengalami luka lecet pada lengan kirinya. Untuk proses penyidikan korban sudah dimintai keterangan oleh petugas Polsek Ma’rang.
Kasus bulling ini sempat menjadi perhatian masyarakat Pangkep. Rasa simpati berdatangan dari berbagai pihak. Ratusan warga dan keluarga korban juga mendatangi kantor Polsek Ma’rang. Karena itulah menurut Kapolsek Ma’rang Sofyanto kasus ini kemudian diambil alih oleh Polres Pangkep.
Peristiwa ini disesalkan banyak pihak. Apalagi korban yang sehari-hari hidup dari berjualan jalangkote dengan mengendarai sepeda, seorang penyandang distabilitas. Tiba-tiba ia dihadang kelompok pemuda yang tengah nongkrong di pinggir jalan.
Entah setan apa yang merasuki otaknya seorang pemuda yang belakangan diketahui bernama Andi Putra Yusuf (26) mendorong Rizal. Bocah bertubuh gempak ini pun terpelanting bersama sepedanya di pinggi lapangan. Akibat bully dan penganiayaan itu, korban menderita sejumlah luka di tubuhnya.
Tidak puas, korban yang tengah tersungkur bersama jualannya masih tetap saja dikerjai. Bahkan ditertawai oleh kelompok pemuda tersebut. Korban juga dipukuli dan didorong hingga kembali tersungkur di selokan tepi lapangan.
Kapolsek Ma’rang Iptu Sofyanto mengatakan, pihaknya langsung mengamankan delapan pelaku bully bocah penjual jalangkote tersebut. Termasuk Andi Putra Yusuf, warga Kelurahan Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Kab Pangkep pelaku yang mendorong dan memukul korban yang tidak bersalah itu.
“Kami sudah mengamankan delapan orang pemuda yang mem-bully hingga memukul bocah penjual jalangkote yang videonya viral di media sosial,” jelas Sofyanto.
Ketua MPW Pemuda Pancasila Diza Rasyid Ali menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Selain terjadi disaat orang tengah berpuasa, korbannya juga seorang bocah yang mencari hidup secara mandiri. Ia berharap kasus ini ditindak lanjuti dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
‘’Harus diproses. Kasian anak itu. Orang cari hidup dan tidak bersalah koq diperlakukan seperti itu. Mereka seperti tidak punya hati nurani,” cetus tokoh perempuan yang memimpin organisasi kepemudaan yang memiliki ribuan annggota ini.
Kasus bullying ini memang mendapat perhatian nitizen setelah beberapa videonya viral di dunia maya. Video tersebut mulai viral di Facebook hingga Instagram. Seperti yang diunggah oleh akun @ndorobeii pada Minggu (17/5/2020). Sementara di Facebook, video serupa juga diunggah oleh akun CTV.
“Gak kuat nahan air mata melihat seorang anak penjual gorengan yang di bully seperti ini. Semoga pelaku cepat sadar. TKP Pangkep BONTO-BONTO #StopBullying,” tulisnya.
Video pertama memperlihatkan seorang pemuda bersembunyi di balik semak-semak. Tidak berapa lama bocah penjual gorengan melintas dengan naik sepeda.
Pemuda itu lalu menakut-nakuti si bocah penjual gorengan hingga jatuh terperosok ke lapangan. Seorang pemuda dan orang yang merekam video justru tertawa terpingkal-pingkal saat bocah penjual gorengan itu terjatuh.
Barang bawaan bocah itu berserakan. Si pemuda mengangkat sepeda, tapi tidak membantu menolong si bocah yang terperosok. Dalam video kedua, si bocah penjual gorengan terlihat memakai kaus yang berbeda.
Awalnya, seorang pemuda memakai kaus abu-abu dengan celana jins biru meledek si bocah penjual jalangkote dengan mendorong-dorongnya. Terlihat sepeda milik bocah itu juga tergeletak di dekatnya.
Seperti gemas diejek, bocah penjual gorengan itu melampiaskan dengan menekuk plat nomor di motor milik si pemuda. Pemuda itu spontan langsung emosi, turun dari motor dan memukul bocah penjual gorengan itu. Si bocah berusaha melindungi dirinya.
Tapi pemuda itu justru membanting si bocah hingga terlempar ke rerumputan. Pemuda lain di sekitarnya justru tertawa terbahak-bahak saat si bocah susah bangun setelah dibanting.
Selain itu, muncul pula video berdurasi singkat yang diklaim sebagai bapak dari bocah penjual gorengan tersebut. Seperti dalam unggahan akun Facebook ToBija BARRU pada Minggu (17/5/2020).
Banyak warganet yang bersimpati kepada bocah penjual gorengan. Sementara netizen yang lain mengecam aksi bullying yang dilakukan para pemuda itu.
“Iih,,kok aku geram banget lihatin mereka, pengen nabok lah,” komentar Husniwati Husin Milagros.
“Kok tega banget sih. Salah dia apa,” tulis Dina Rangga.
“Sedih banget gak kuat bayangin saudara sendiri seperti itu. Semoga selalu diberikan kesabaran dan semoga laris dagangannya,” tulis Juli Yanto.
Bahkan ajudan pribadi Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah terlihat ikut mengomentari foto yang memperlihatkan pemuda pelaku bully saat tertangkap. “Masih bisa kau senyum, tunggu tim saya datang,” tulis Rizky di akun instagram @ndorobeii.(riel)





