INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto mengakui jika pertimbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan drastis beberapa waktu terakhir, terlebih saat digempur Pandemi Covid-19.
Pimpinan pusat Partai Golkar ini membeberkan, pertumbuhan ekonomi nasional diprediksi hingga mines 3,4 bahkan 4,8 persen per hari ini.
Meski demikian, kata Airlangga Hartarto, pemerintah akan terus berupaya menekan keterpurukan ini hingga menyentuh angka 1 persen pertumbuhan ekonomi nasional. Itu ditargetkan akan dicapai di tahun 2021 mendatang.
Hal ini terlihat dari semakin membaiknya pasar uang saat ni walaupun di akhir Maret dan April mengalami krisis di angka Rp. 16.500 per. Per hari ini telah kondisi pasar uang sudah berada di nilai Rp. 15.888. Diikuti dengan sentimen pasar yang cukup positif dengan memasuki indek di nilai Rp 5.000.
“Tahun 2021 Indonesia berada di jalur positif,” ungkap Airlangga, Sabtu (18/7/2020).
Untuk mencapai angka itu, disebutkan Airlangga, pemerintah akan memfokuskan diri pada penekanan angka pengangguran dan kemiskinan.
“Pemerintah melakukan kegiatan utama untuk ekonomi dengan mengerem peningkatan pengangguran dan kemiskinan,” jelas Airlangga.
Upaya ini, kata Airlangga, dilakukan dengan menggiatkan ekonomi digital yang dinilai potensial membuka lapangan usaha baru bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan di masa pandemi ini.
red: gun





