INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meresmikan beroperasinya fasilitas mesin Anjungan Terima Mandiri (ATM) Beras Masjid Sultan Alauddin, di Perumahan Dosen UMI, Jl. Prof Dr. H. Abdurrahman A. Basalamah (eks Jl. Recing Center) No.30 Makassar. Inilah ATM beras pertama di Sulsel.
Peresmian ATM beras sumbangan Bank Syariah Mandiri (BSM) Makassar yang diperuntukkan bagi kaum dhuafa ini berangsung usai shalat subuh berjamaah, Rabu (6/1/2021) pagi .
Ketua Ta’mir Masjid Sultan Alauddin Perumahan Dosen UMI Makassar, DR Ir. H. Amir Tjoneng, MS yang didampingi Sekretarisnya, DR H. Muliadi Hamid, SE, MS menjelaskan, dhuafa yang dipilih penerima beras di ATM tersebut merupakan warga sekitar masjid.
“Penerima beras di ATM ini sudah kami pilih dan kami data. Mereka adalah warga yang benar-benar kaum dhuafa yang tinggal di sekitar masjid,” jelas Amir, Rabu (6/1/2021).
Amir menuturkan, saat ini ada 110 dhuafa yang terdaftar sebagai penerima beras. Jumlah ini akan bertambah. Ia menargetkan 200 dhuafa sebagai penerima beras di ATM tersebut.
Cukup mudah bagi kaum dhuafa mengambil beras. Cukup menempelkan KTPnya. Setelah itu beras keluar sesuai takaran. Meski begitu tak berarti dapat mengambil beras setiap hari.
‘’Tidak semua orang yang membawa KTP bisa mengambil beras. Hanya mereka yang sudah kami daftar,” kata Amir.
Mantan Rektor Universitas Gorontalo ini melanjutkan, jadwal pengambilan beras dilakukan setiap Rabu subuh. Mereka bisa mendapatkan empat liter beras sekali pengambilan.
“Kami jadwalkan sebelum mengambil beras, usai shalat subuh berjamaah wajib mengikuti ceramah agama. Setelah itu baru bisa mengambil beras. Itu kami lakukan agar seluruh jamaah semuanya dapat. Dapat pahala, dapat ilmu dan dapat beras. Ini untuk mereka juga,” ujar Amir.
Amir mengingatkan, mesin ATM tersebut tidak akan mengeluarkan beras di luar jadwal yang telah ditentukan.
‘’Kecuali ada hal-hal yang bersifat urgen. Misalnya ada yang benar-benar sangat membutuhkan bantuan. Itupun tidak bisa menggunakan kartu sembarang, tapi menggunakan kartu master yang dipegang oleh pengurus masjid yang telah ditunjuk,” katanya.
Program di mesin ATM beras ini menurut Amir, sudah di-setting di komputer dengan program khusus. ‘’Jadi kalau ada warga yang sudah mengambil sekali lalu mau mau mengambil lagi, itu tidak bakal bisa,” ujar Amir.
Adapun ke 110 penerima beras itu sudah terdaftar sebelumnya. Merekas cukup menempelkan KTP yang mereka miliki di mesin ATM. Setelah itu beras keluar sebanyak empat liter.
Untuk memenuhi kebutuhan beras bagi 110 dhuafa pengurus masjid harus menyiapkan minimal 480 liter beras setiap pekan. Tetapi untuk normalnya minimal Rp 10 juta perbulan atau 1.400 liter beras. Ia menargetkan akan melayani 200 dhuafa. Daya tampung beras di mesin ATM hanya 260 liter. Sekali keluar maksimal hanya 5 liter.
”Bisa disetting jadi 4 atau 3 liter. Bisa juga 1 atau 2 liter,” katanya.(riel)





