INFOSULSEL.COM, MAKASSAR—Dewan Pimpinan Wilayah Srikandi Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Talk Show di Cafe RM Seruni Jl.Bau Mangga No.23, Panakkukang, Makassar, Senin, (8/2/2021).
Revisi UU Pemilu yang sedang hangat diberbincangkan pelaku dan penikmat politik jadi bahasan utama. Tema yang diangkat, ‘Puzzle Politik Menuju Pilkada Serentak di Sulawesi Selatan dalam Pusaran Revisi UU Pemilu”‘.
Ada tiga narasumber yang dihadirkan. Mereka adalah, Prof.Dr.Arief Wicaksono, S.Ip,M,.Si, Dekan FISIP Universitas Bosowa, kemudian Suwadi Idris Amir, Direktur Indeks Pilitica Indonesia, lembaga Konsultan Politik ternama, dan Muhammad Kafrawi, S.Ip,M.,Si, peneliti Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP ) Makassar.
Menurut Kafrawi, adanya korban jiwa petugas KPPS pemilu 2019, sangat menghawatirkan jika pemilu dan pilkada serentak dilaksankan pada waktu yang bersamaan.
“Ada traumatik penyelenggara khususnya petugas KPPS yang rekan sejawatnya tumbang dalam menjalankan tugas. LSKP, merekomendasikan agar pelaksanaan pilkada dan pemilu dilakukan secara bertahap,” tegas Kafrawi.
Akademisi Arief Wicaksono menuturkan, Puzzle politik saat ini sebenarnya telah memiliki pola yang pakem. Namun, tetap memungkinkan untuk berubah.
“Masing-masing pelaku politik punya strategi dan taktik dalam menyusun puzzle-puzzle politiknya. Selain itu, Arief mendorong agar pendidikan politik dari usia dini lebih dimassifkan,” ujarnya.
Arief menyayangkan adanya pembatasan-pembatasan diskusi politik masuk ke ruang pendidikan seperti kampus.
“Terlalu alergi kita membahas soal politik di dalam kampus. Padahal di negara maju seperti Amerika, diskusi dan obrolan politik dalam lingkungan kampus adalah hal yang lumrah,” sebut dia.
Ketua DPW SRIKANDI Pemuda Pancasila (PP) Sulsel, Irmawati Syahrir dalam sambutannya mendorong kader Srikandi PP Sulsel agar melek politik dengan mengikuti kegiatan pendidikan politik seperti yang sedang berlangsung.
“Kita tidak boleh menghindar dan alergi dengan pembahasan politik. Karena sadar atau tidak, segala hal yang menyangkut kehidupan dan hajat orang banyak lahirnya dari politik,” sebut Irma.(riel)





