Draft Revisi UU Pemilu Dibahas, A-PeaCe : Jangan Korbankan Rakyat Demi Kekuasaan

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Kelompok Pemuda Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Celebes (A-PeaCe ) mendatangi kantor DPRD Sulawesi Selatan Jumat (5/2/2021).

Puluhan massa A-PeaCe yang dikomandoi koordinator lapangan Muhammad Siddik melakukan aksi damai. Mereka menuntut pembahasan draft revisi Undang Undang Pemilu yang sedang bergulir di DPR RI agar memperhatikan dan lebih mengutamakan keselamatan penyelenggara dan rakyat di atas kepentingan kelompok dalam memperebutkan kekuasaan.

Bacaan Lainnya

“Kami mengharapkan pembahasan draft revisi Undang-Undang Pemilu lebih banyak mempertimbangkan keselamatan penyelenggara dan rakyat dibanding memperdebatkan kepentingan kelompok partai dalam memperebutkan kursi kekuasaan,” pekik Siddik mengawali orasi politiknya.

Dalam pernyataan sikap yang dirilis A-PeaCe
menyebutkan bahwa berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah undang- undang pemilu selalu digunakan untuk kepentingan temporal dan pragmatis para elite politik.

“Produk undang-undang yang dilahirkan melalui proses semacam ini tentu sangat tidak logis untuk dipakai dalam waktu yang lama,” katanya.

Siddik menyebut para pembuat undang-undang sendiri meloloskannya hanya untuk memuluskan agenda jangka pendek demi kepentingan masing-masing partai.

“Sehingga perubahan-politik yang begitu cepat dan dinamis membuat produk undang-undang ini menjadi usang dan tak relevan. Bahkan dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada tidak sedikit menelan korban jiwa,” ujarnya.

Puncaknya, lanjut massa aksi, penyelenggaraan pemilu 2019 yang menelan banyak korban petugas KPPS yang meninggal dunia.

“Ada 894 orang meninggal dan 5.175 petugas mengalami sakit. Sementara pada pilkada serentak 2020, KPU melaporkan sedikitnya 485 orang penyelenggara pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2020 terinfeksi Covid-19. 40 orang di antaranya merupakan komisioner KPU dan KPUD. Di antaranya dua ketua komsioner KPUD meninggal dunia,” jelasnya.

Ditegaskan cukup pada Pemilu 2019 dan pilkada 2020 menjadi pesta demokrasi yang penuh dengan duka.

“Sejatinya Pemilu dan Pilkada adalah pesta milik rakyat yang terlaksana riang gembira dan bahagia, “ungkap salah satu orator dalam aksi tersebut.

Aksi damai tersebut kemudian berakhir dengan tertib. Itu setelah Sekretaris Dewan Muh.Sabri menemui kelompok massa aksi. Lalu memerintahkan Muchlis, salah satu staf protokoler untuk mendampingi perwakilan massa menyampaikan aspirasinya ke DPR RI dengan mengirim pernyataan sikap A-PeaCe ke nomor fax DPR RI.(riel)

Pos terkait